JADIKAN MOMENTUM ISRA’ MI’RAJ, SEBAGAI AJANG KONSOLIDASI KADER NU

0
71

Oleh : Achmad Mustofa

Tekad Gus Tutut panggilan akrab Ketum PP GP Ansor terlihat dalam pidato pertamanya, sesaat setelah dilantik sebagai Ketua Umum PP GP Ansor, salah satunya adalah berniat melakukan konsolidasi kader Ansor hingga Masjid dan Mushola. Komitmen itu tentunya tidak hanya sekedar keinginan, melainkan kebutuhan. Kantong-kantong warga nahdliyin ada di sekitar Masjid dan Mushola yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Masjid-masjid yang ada di desa, mayoritas didirikan oleh sesepuh NU. Fakta hari ini warga NU harus menelan kenyataan pahit bahwa banyak Masjid NU, terutama di daerah perkotaan banyak diambil alih oleh kelompok lain. Parahnya, selain komando dipegang, merekapun menyusupkan ajaran islam versi mereka.

Maka moment isra’ mi’raj yang selalu diperingati oleh kaum muslimin, terutama nahdliyin, menjadi titik tolak bagi organisasi pemuda ini untuk kembali ke masjid. GP Ansor yang memiliki basis masa anak muda yang hari ini harus mampu menggiring anggotanya kembali meramaikan dan memakmurkan masjid. Mau tidak mau, Ansor harus mengkampanyekan kembali back to masjid dan menjadikanya sebagai pusat dakwah dan konsolidasi.

Peringatan isra’ mi’raj tidak hanya dimulyakan hanya dengan acara seremonial saja. Dengan mendatangkan mubaligh, untuk mengupas perjalanan suci Nabi Muhammad Saw. Sebagai penguat hati baginda Rasul ketika mengalami fase kehidupan yang disebut ammul huzni.

Sholat 5 waktu yang menjadi inti dari perjalanan horisontal dan vertikal yang hanya memakan waktu semalam. Peristiwa itu melibatkan berbagai dimensi. Baik syariat, tasawuf dan keimanan. Ketidakmampuan akal manusia dalam menterjemahkan kejadian itu harus ditopang dengan aspek teologis, agar cahaya kebenaran masuk dalam relung hati.

Berbicara peran Ansor atas Masjid dan Mushola yang ada, sudah sangat jelas. Bersama lembaga rijalul ansor yang ada di level ranting, harus meramaikan islam ala aswaja. Penuhi jamaah sholatnya, kumandangkan dengan sholawat agar negeri ini tentram, damai. Hingga islam yang penuh kesejukan lestari sampai akhir zaman.

Penulis adalah pimpinan Ansor Ranting Tanjungmojo Kec. Kangkung

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here