IPNU-­IPPNU Sukorejo diminta mempertahankan tradisi

0
16

Sukorejo. Amaliah-­amaliah dan tradisi orang­-orang Nahdlatul Ulama semakin memprihatinkan. Sudah banyak orang­-orang NU terutama remaja-­remaja yang enggan mengamalkan amaliah atau tradisi orang-­orang NU. Hal ini dikatakan oleh KH. Ahmad Mustofa, Pengasuh pondok pesantren Minhajul Abidin, Desa Peron Sukorejo Kendal dalam forum Pembukaan Kegiatan Makesta PAC IPNU­IPPNU Kecamatan Sukorejo, belum lama ini.

“Keprihatinan saya tentang Nahdlatul Ulama adalah amaliah­-amaliah NU yang mulai berkurang dilakukan oleh masyarakat NU itu sendiri.” Ujar pengurus MWC NU Kecamatan Sukorejo ini.

Amaliah yang paling utama di NU, lanjut kyai Mustofa, ialah mengutamakan Al­Fatikhah sebelum membuka sebuah forum.

“Al­Fatikhah merupakan amaliah NU yang paling utama. Jadi sebelum kita membuka forum atau mengawali sebuah forum diutamakan dengan menggunakan Al­Fatikhah,” tandasnya.

Pelajar NU Sukorejo diminta untuk terus menjaga dan mengamalkan tradisi-tradisi yang ada di NU seperti halnya tahlil dan sholawatan.

“Adanya IPNU­-IPPNU di Sukorejo diharapkan bisa menjaga tradisi dan amaliah-­amaliah di NU. Karena hilang atau tidaknya sebuah tradisi itu tergantung kepada generasi muda.” pungkasnya yang dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta Makesta. (Sukron/oji)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here