INTISAB ORANG YANG SUDAH MATI

0
174

 

A.   Pertanyaan :

Apa sebab orang yang sudah meninggal ketika dikirimi doa disebutkan Fulan bin Hawa, tidak Fulan bin Adam? – dari Suwanda SPdI guru SMPN Gemuh / 081390355672

B.   Jawaban :

Yth Pak Suwanda SPdI,

Intisab adalah hubungan nasab seseorang dengan orangtuanya. Intisab ada dua macam :

1) Intisab orang yang masih hidup. Intisab orang yang masih hidup itu kepada ayahnya sebab ayahnyalah yang bertanggungjawab terhadapnya. Dan intisab ini lebih bersifat jasmaniyah yang dipermaklumkan kepada banyak orang demi kepentingan sosial kemasyarakatan, yaitu untuk membuktikan bahwa si anak mempunyai ayah kandung yang sah bukan anak zina. Sehingga sebutan nama ayah di belakang nama anak itu menjadi kebanggaan. Oleh karena itu jika sebutan nama ayahnya malah membuat keburukan bagi seseorang maka tidak diperlukan menyebut nama ayah dibelakangnya, seperti sahabat Nabi SAW bernama Ikrimah anak Abu Jahal. Nabi melarang para sahabat memanggilnya dengan menyebut “Hai Ikrimah bin Abi Jahal”.

2) Intisab orang yang sudah mati. Intisab orang yang sudah mati kepada ibunya tidak kepada ayahnya. Sebab pembuktian apakah dia anak zina atau bukan sudah tidak diperlukan lagi karena sudah tidak ada kepentingan sosial, maka dia diintisabkan kepada ibunya, sama halnya ketika dia masih di dalam kandungan, dan intisab yang ini lebih bersifat rohaniyah. Oleh karena itu ketika seorang lelaki bertanya kepada Nabi SAW tentang kepada siapa dia harus lebih berbakti, Nabi menjawabnya kepada ibunya, sampai tiga kali, baru sesudah itu baru kepada ayahnya. Di samping itu, dalam teori ilmu fiqih, jika suami istri bercerai kemudian berebut hak asuh terhadap anak, maka ibunya harus dimenangkan apabila si anak masih menyusu ibunya. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara rohaniyah intisab seseorang lebih kepada ibunya ketimbang kepada ayahnya. Sedangkan secara jasmaniyah intisab seseorang lebih kepada ayahnya ketimbang kepada ibunya.

Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa sebagian ulama mentalqin mayyit dengan memanggil nama mayyit yang diintisabkan kepada ibunya dengan uacapan Ya Fulan ibni Hawa atau ibni Amatillah. Kaifiat (tatacara) mengkhususkan dalam bacaan tahlil, doa atau bacaan yang lain kepada orang yang telah mati sama dengan kaifiat di dalam talqin. Yaitu dengan menyebutkan intisab mayyit ketika ditalqin atau dikhususkan dalam doa tahlil kepada ibunya (ibni Hawa) tidak kepada bapaknya (ibni Adam).

C. Dasar Pengambilan Dalil :

ـ الأذكار للنووي طبعة مصطفي البابي الحلبي ص 73 :

       ثم منهم من يقول : يا عبد الله بن أمة الله ، ومنهم من يقول: يا عبد الله بن حواء ، ومنهم من يقول : يا فلان باسمه بن أمة الله ، ويا فلان بن حواء ، وكله بمعنى .

KONSULTASI AGAMA

Diasuh oleh : H. Mohammad Danial Royyan

Ketua PCNU Kabupaten Kendal

judul iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here