
Brangsong, pcnukendal.com - Mengisi bulan suci dengan penguatan spiritual dan pembentukan karakter, SMA NU 05 Brangsong menggelar Pesantren Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 23 hingga 27 Februari 2026, dengan kajian kitab Hikayatul Ramadhan yang diampu Ustaz Mujahidin.
Pesantren Ramadan tersebut diikuti seluruh siswa dengan tertib dan penuh kesadaran. Pihak sekolah mengarahkan peserta didik hadir membawa perlengkapan salat, buku amaliyah khasanah, serta alat tulis sebagai bagian dari pembiasaan disiplin dan kesiapan belajar.
Kepala SMA NU 05 Brangsong, Ana Khoirul Umami, menegaskan bahwa Pesantren Ramadan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana strategis memperdalam pemahaman agama sekaligus membangun karakter.
“Kami berharap siswa tidak hanya menjalankan puasa sebagai kewajiban, tetapi juga memahami hikmah dan keutamaannya. Melalui kajian kitab ini, kami ingin membangun kesadaran spiritual yang lebih kuat,” ujarnya.
Menurutnya, sekolah berkomitmen menghadirkan suasana Ramadan yang bermakna dan edukatif. Nilai-nilai religius yang ditanamkan diharapkan mampu membentuk pribadi siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
Kajian dimulai setiap hari pukul 11.30 WIB. Setelah sesi kajian, para siswa melaksanakan salat zuhur berjamaah dengan pendampingan guru dan wali kelas.
Ustaz Mujahidin memimpin kajian dengan metode pembacaan terpusat dari kantor, yang disiarkan ke setiap kelas melalui pengeras suara. Siswa menyimak materi dari ruang kelas masing-masing dengan pendampingan wali kelas, sehingga suasana tetap kondusif dan fokus.
Kitab Hikayatul Ramadhan yang dikaji merupakan kumpulan kisah inspiratif tentang keutamaan bulan suci, mulai dari nilai puasa, salat tarawih, Lailatul Qadar, hingga kisah para wali dan orang-orang saleh dalam memuliakan Ramadan. Kitab ini lazim dikaji di lingkungan pesantren sebagai penguat motivasi ibadah.
Dalam pemaparannya, Ustaz Mujahidin menyampaikan nilai-nilai ibadah melalui kisah yang menyentuh hati.
“Kami mengajak siswa merasakan keindahan Ramadan dan memanfaatkannya sebagai momentum memperbaiki diri, membangkitkan semangat berpuasa, menjaga salat tarawih, serta menghidupkan malam-malam Ramadan,” jelasnya. (Khaerul Umam/muf)