
Pekalongan, pcnukendal.com - Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Himpunan Mutkhorijin Madrasah Ma’had APIK dan KH. Humaidulloh Irfan Kaliwungu (HIMMAHKU) Cabang Pekalongan bersama Dzuriyah Pondok Pesantren Salaf APIK Kauman Kaliwungu, Kendal. Keduanya menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di wilayah Pekalongan, Senin (2/2/2026).
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, antara lain bahan makanan, air bersih, serta sejumlah keperluan lain yang dibutuhkan warga di lokasi terdampak. Penyaluran bantuan dilakukan langsung ke masyarakat guna memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan.
Ketua HIMMAHKU Pekalongan, Gus Lukman, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nilai-nilai kepesantrenan yang selama ini ditanamkan kepada para santri dan alumni, khususnya semangat ta’awun atau saling menolong dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan musibah banjir. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Dzuriyah Pondok Pesantren Salaf APIK Kauman Kaliwungu Kendal, Agus Raden Mas Muhammad Sanaya dan Agus Thobagus Bakri Munib, turut menyampaikan empati mendalam kepada para korban banjir. Keduanya berharap masyarakat yang terdampak diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.
“Musibah ini adalah ujian bersama. Semoga Allah SWT memberikan kesabaran, kesehatan, dan segera mengganti dengan keadaan yang lebih baik. Kami juga berharap semangat gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Aksi kemanusiaan ini disambut hangat oleh warga penerima bantuan. Salah satu warga Kelurahan Tirto, Pekalongan, Ahmadi (45), mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh HIMMAHKU dan Dzuriyah APIK.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami di tengah kondisi sulit akibat banjir. Semoga Allah membalas kebaikan semua pihak yang telah peduli,” tuturnya. (Abdul Majid Muhdlor/muf)