Indikator Khouf

0
109
Oleh: Moh. Muzakka Mussaif

Khouf adalah perasaan takut pada Allah Swt. Sebab, Allah adalah dzat yang punya siksaan dan neraka selain rahmat dan surga. Sebagai manusia tentu kita tak bisa lepas dari perbuatan salah dan lupa. Jika dalam diri manusia ada khouf (takut dan khawatir) pada Allah, maka pengharapan (roja‘) atas rahmat Allah itu menjadi sungguh-sungguh.

Apa itu pengertian khouf dan apa saja indikatornya, tentu cukup rumit untuk menjelaskannya karena hal itu terkesan abstrak.

Untuk menjelaskan khouf ini, perlu kiranya kita pahami pendapat Alfaqih Imam Abu Laits yang menyebutkan delapan indikator tentang khouf. Ia mengatakan bahwa khouf dapat dilihat dari 8 sudut pandang sebagai indikatornya.

Pertama, khouf dapat dilihat dari indikator lisan. Jika hamba itu ada khouf dalam dirinya, maka ia dapat mencegah lisannya dari perkataan dusta, ghibah, dan perkataan yang berlebihan. Namun, ia dapat menjadikan lisannya untuk sibuk berdzikir pada Allah, membaca Alquran, dan membahas ilmu.

Kedua, indikator khouf dapat dilihat dari persoalan perut. Jika dalam hati hamba itu ada khouf, maka dia tidak memasukkan dalam perutnya kecuali makanan yang halal sekadarnya saja dan tidak berlebihan.

Yang ketiga, rasa takut (khouf) itu dapat dilihat dari pandangan matanya. Hamba yang khouf itu tidak mau melihat pada hal-hal yang haram. Bahkan ia tidak mau melihat hal-hal terkait masalah dunia seperti harta-benda, pangkat-jabatan, dsb. Ia melihat persoalan tersebut hanya sebagai pelajaran (ibrah) saja.

Yang keempat, indikator khouf tampak dari tangannya (perbuatan). Hamba yang khouf tidak akan memanjangkan tangannya (berbuat) pada hal-hal yang haram. Namun, ia melakukan perbuatan hanya untuk ketaatan pada Allah.

Yang kelima, khouf dapat dilihat dari kedua gerak telapak kaki. Jika dalam diri hamba ada khouf, maka ia tidak akan melangkahkan kakinya menuju perbuatan maksiat. Namun, ia hanya melangkahkan kakinya pada tempat dan hal yang diridhoi Allah.

Yang keenam, indikator khouf dapat dilihat dari hatinya. Jika dalam diri hamba itu ada khouf, maka hatinya dapat menghilangkan rasa permusuhan, kemarahan, dan hasud pada sesama. Namun, tumbuh dalam hatinya nasihat dan rasa sayang pada sesama muslim.

Yang ketujuh, indikator khouf tampak dari ketaatannya pada Allah. Munculnya khouf ini dalam diri hamba dapat menjadikan ia menjadi ikhlas atau memurnikan dzat Allah semata. Ia menjadi takut pada sifat riya’ dan nifaq (sifat kemunafikan).

Adapun yang kedelapan, khouf itu dapat dilihat dari indikator pendengarannya. Jika dalam diri hamba itu ada khouf, maka ia tidak mau mendengarkan sesuatu, kecuali pada hal-hal yang baik dan benar (haqq).

Wallahu a’lam.

Ngaji Bakda Shubuh Kitab Durrotun Nasihiin di Masjid Baitun Nikmah GPM Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here