IMAM SYAFI’I RA DAN PAWANG ANJING

0
165

Sesudah berdomisili di Mesir, Al-Imam Muhammad bin Idris As-Syafii memiliki murid sejumlah 313 yang semua berjubah besar, alias para ulama. Setiap hari selasa pengajian itu digelar. Orasi beliau ternyata lebih tajam dari tulisan penanya. Beliau adalah àlim kàmil karena pandai berpidato juga cakap menulis, sifat yg jarang dimiliki orang lain. Biasanya orang pinter menulis gak bisa pidato, kalau pinter pidato gak bisa menulis.

Ketika pengajian berlangsung, pintu majelis diketok orang. Lalu khadimnya membukakan pintunya. Setelah pintu terbuka tamu yg datang ternyata orang kampung berpakaian lusuh bertampang sederhana, tidak ada tanda-tanda kealiman dalam raut wajahnya. Melihat tamu itu Imam Syafii langsung berdiri menyambutnya. Para ulama murid-murid sang Imam kaget dan penasaran melihatnya. Untuk menjawab rasa kaget mereka, sang Imam berkata: “Saya pernah berguru kepada orang ini, dia adalah pawang anjing.

Ketika saya melakukan istiqra’ (penelitian) untuk mengetahui alamat bulughil kalbi (ciri-ciri balighnya anjing), dia menjelaskan bahwa ciri-ciri anjing baligh yaitu kalau sedang kencing kaki sebelah kanan di angkat dan pantatnya di dekatkan ke pohon atau tembok atau benda penghalang lain”. Masya Allah begitu besar penghargaan Sang Imam kepada ilmu dan pengajar, meskipun hanya ilmu ciri-ciri anjing baligh. Dan masya Allah pula, apabila ada orang kencing berdiri mepet pohon atau tembok dan tidak beristinja’ itu kan mirip dengan anjing yang sedang baligh. (MD Royyan).

judul iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here