IMAM SYAFI’I DAN PENJAHIT YAHUDI

0
156

oleh : H. Mohammad Danial Royyan

Karena ingin menghindari arus muktazilahisasi di Baghdad yang sangat kencang, maka Sang Imam pindah ke Mesir, meski berat rasanya meninggalkan kota ilmu bernama Baghdad. Pertama kali menginjakkan kaki di Mesir, Imam keliling ke rumah-rumah calon tetangga. Ada satu calon tetangga orang yahudi yang menjadi penjahit. Maka untuk menjalin hubungan baik Imam membawa kain bahan baju ke penjahit yahudi itu. Rupanya penjahit itu juga penjahat, dasar yahudi. Dia menjahit lengan baju kanan dengan ukuran ngepas (mletet) dan lengan baju kiri dengan longgar (kombor). Setelah mengambil baju dan memakainya, Imam kaget dengan model baju jahitan si yahudi, di mana lengan tangan kanan mletet dan lengan tangan kiri kombor.

Imam tidak marah dan bahkan mengatakan: “Jahitan baju ini cocok dengan selera saya. Lengan tangan kanan ini mletet, ini pas karena saya adalah penulis sehingga tidak nyrimpeti ketika menulis, dan lengan tangan kiri ini kombor, ini juga pas karena ketika akan wudlu’ melengkinnya juga mudah. Berapa biaya jahitan ini?”. Yahudi menjawab: “10 dirham!”. Imam: “Karena kebaikanmu saya bayar 20 dirham”, lalu Imam pamit pulang ke rumah barunya di Mesir. Semalaman si yahudi gak bisa tidur, dia menjahati Imam tetapi malah dibayar berlipat. Betapa lapang dadanya Imam Syafii hingga membuat si yahudi merasa terhina karenanya dan sekaligus mulai tertarik kepada Imam yang berjiwa besar.

Pantas saja banyak orang tertegun dan tertarik menghadapi Imam Syafii, begitulah gejolak pikiran si yahudi. Keesokan harinya si yahudi menyambangi rumah Imam untuk meminta maaf dan sekaligus menyatakan masuk Islam, karena termagnit oleh kesabaran dan keteladanan sang Imam. SubhanaLLOH …!!!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here