Imam Nawawi dan Imam Rofi’i, Dua Pendekar Ulama Madzhab Syafi’i

0
84
Oleh: Muhammad Umar Sa'id 

Para pengikut madzhab Syafi’i terutama kaum nahdliyin wajib mengenal kedua Imam tersebut, karena keduanya merupakan rujukan bagi para Imam madzhab Syafi’i.
Beliau berdua adalah penyelamat madzhab Syafi’i setelah 400 tahun terputus, tidak ada lagi mujtahid sebagai penerus Imam Syafi’i RA.

Syaikhoni itulah sebutan Imam Nawawi RA dan Imam Rofi’i RA dalam kitab fiqh bermadzhab Syafi’i.

Imam Rofi’i nama lengkapnya: Abul Qosim Abdul Karim bin Muhammad bin al-Fadl bin Rofi’. Lahir di Qozwini, Iran tahun 555 H. Wafat di Qozwini juga, Dzulqo’dah 623 H. Usia 68 tahun.

Sedangkan Imam Nawawi nama lengkapnya: Abu Zakaria Muhyiddin Yahya bin Syarof bin Miro an-Nawawi. Lahir di Nawa, Syiria pada bulan Muharram 631 H. dan wafat: Rabu, 14 Rajab 676 H. berusia 45 tahun. Keseharian beliau: 1. makan sekali dalam sehari setelah Isya’, 2. minum saat sahur, 3. puasa setiap hari, 4. tidak memiliki putera karena tidak menikah, 5. setiap hari mengajar di 12 majelis ilmu, 6. melaksanakan haji 2 kali.

Beliau berdua mencurahkan hidupnya untuk agama Islam. Karomah beliau berdua sangat banyak. Beliau berdua diberikan karomah yang mirip. Saat lampu mati di malam hari, Imam Rofi’i ketika sedang mengarang kitab di malam hari, pohon anggur di samping rumah beliau bercahaya dan dapat menerangi seisi ruangan rumah beliau.

Imam Nawawi diberikan karomah yang sama, namun yang menyala adalah jari telunjuk tangan kiri beliau. Jari telunjuk beliau dapat mengeluarkan cahaya yang sangat terang, dan beliau bisa terus mengarang kitab.

Sebagian ulama berpendapat, bahwa karomah beliau berdua memang sama, namun karomah Imam Nawawi lebih baligh (sempurna), sebab pohon termasuk jenis barang yang bisa bersinar (biasa dijadikan kayu bakar yang kemudian bersinar, lain halnya dengan jari manusia).

Imam Nawawi lahir 7 tahun setelah wafatnya Imam Rofi’i, namun dari sisi kemampuan berijtihad beliau lebih unggul dari Imam Rofi’i. Oleh karenanya jika penemuan ijtihad beliau berdua berbeda, maka para ulama memilih pendapat Imam Nawawi. Meskipun beliau berdua mendapatkan gelar Syaikhoni, dari sisi kemampuan berijtihad, beliau berdua berada pada 2 level di bawah mujtahid mutlaq, yaitu mujtahid fatwa, yang artinya 2 level di bawah Imam Syafi’i.

Mujtahid Mutlaq adalah mereka yang mampu menggali hukum langsung dari Al-Qur’an dan Hadits, dan para ulama menyatakan level ini sudah terputus sejak tahun 300 H. Sedangkan mujtahid madzhab adalah mereka yang mampu menggali hukum melalui nash imamnya atau qaul imamnya, tidak langsung ke Al-Qur’an dan Hadits. Mereka dikenal dengan sebutan Ashabil Wujuh seperti: Imam Muzanni dan Imam Buwaithi yang merupakan dua orang murid Imam Syafi’i, dan para ulama menyatakan level ini sudah terputus sejak tahun 400 H.

Adapun mujtahid fatwa adalah mereka yang tidak mampu menggali hukum baik dari Al-Qur’an dan Hadits maupun dari nash Imamnya, tetapi mereka mampu mentarjih (membandingkan kualitas argumen dari dua pendapat imamnya, hingga ditemukan mana yang lebih kuat), seperti Imam Nawawi dan Imam Rofi’i.

Beliau berdua menjadi sumber silsilah kitab yang dikarang dalam madzhab syafi’i hingga kitab al-Umm. Al-umm adalah kumpulan qaul Imam Syafi’i yang dikumpulkan oleh muridnya bernama Imam Buwaithi, namun beliau menyembunyikan namanya, kemudian ditambahkan oleh Imam Robi’ yang juga murid Imam Syafi’i, dan nama beliau yang muncul dalam kitab al-Umm ini.

Kitab al-Umm diringkas oleh Imam Muzanni murid Imam Syafi’i dengan nama Mukhtasoru al-Muzani. Nihayatu al-Mathlab syarah Mukhtashoru al-Muzani oleh Imam Haromain. Basith ringkasan Nihayah oleh Imam Ghozali, murid Imam Haromain, ringkasan Basith oleh Imam Ghozali, Wajiiz ringkasan Wasith oleh Imam Ghozali. Fathul Aziz/Asysarhu al-Kabir mensyarahi Wajiiz oleh Imam Rofi’i. Muharror ringkasan Wajiiz oleh Imam Rofi’i.

Dari dua kitab ini kemudian ada dua jalur:

1. Fathul Aziz, Roudhotu al-Tholibin ringkasan Al-Aziz oleh Imam Nawawi. Al-Ubab ringkasan Roudhoh oleh Imam Zabidi. Al-Anwar ringkasan Roudhoh oleh Imam Yusuf al-Ardabili, Roudhu al-Tholib ringkasan Roudhoh oleh Imam Muqri, Asnal Mutholib, syarah Roudhu al-Tholib oleh Imam Abu Yahya Zakaria al-Anshari.

2. Muharror, Minhaju al-Tholibin ringkasan Muharror oleh Imam Nawawi, Manhaju al-Thullab ringkasan Minhaj oleh Imam Abu Yahya Zakaria al-Anshari. Fathul Wahhab ringkasan Manhaj al-Thullab Imam Abu Yahya Zakaria al-Anshari, Futuhat al-Wahhab syarah Fathul Wahhab oleh Imam Sulaiman al-Jamal, Tajrid syarah Fathul Wahhab oleh Imam Bujairomi, Syarah Mahalli syarah Minhaj oleh Imam Mahalli. Hasyiyah Qolyubi oleh Imam Ahmad al-Qolyubi. Hasyiyah Amiroh oleh Imam Ahmad Amiroh. Tuhfat al-Muhtaj syarah Minhaj oleh Imam Ibnu Hajar al-Haitami, Hasyiyah Syarwani oleh Imam Syarwani, Hasyiyah Ibnu Qosim oleh Ibnu Qosim. Nihayat al-Muhtaj syarah Minhaj oleh Imam Romli, Hasyiyah Rosydi, Hasyiyah Ali as-Syibromalisi. Mughni al-Muhtaj syarah Minhaj oleh Imam Khotib al-Syarbini, al-Abham syarah Minhaj oleh Imam Subuki.

Allhu a’lam bis shawab.
(Diambil dari beberapa sumber)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here