IMAM AS-SUBKI YANG MEMULAI “BERDIRI” KETIKA MAULID NABI

0
51

Imam Tajuddin As-Subki (wafat th 771 H) adalah anak dari ulama besar bernama Imam Taqiyuddin As-Subki (wafat th 756 H). Lahir di Mesir dan menjabat Qàdlil Qudlàt (hakim agung) di Damaskus menggantikan posisi ayahnya. Suatu ketika imam Tajuddin As-Subki menghadiri acara maulid Nabi, lalu ada orang yang mendendangkan qosidahnya imam Shorshori (588-656 H) yang berbunyi:

– قليلٌ لِمَدْحِ الْمُصْطَفَى الْخَطُّ بِالذَّهَبْ # على وَرِقٍ مِن كَفِّ أَحْسَنِ مَنْ كَتَبْ

“Sedikit para penyair yang berani memuji Nabi, ” Syairnya mendapat tempat prestesius, atas tulisan dari goresannya di juluki sebaik-baiknya Syair”.

– وأَنْ تَنْهَضَ الأَشْرَافُ عِنْدَ سَمَاعِـِه # قِيَامًا صُفُوفًا أوْ جُثِيًّا عَلَى الرُّكَـــبْ

“Sehingga tergugah lah para pembesar ketika mendengar nama Nabi, berdiri, berbaris rapi, atau menaruh hormat di atas kendaraan”.

– أمَا اللهُ تَعْظِيمًا لَهُ كَتَبَ اسْمَـهُ # عَلَى عَرْشِهِ؟ يا رُتْبَةً سَمَتِ الرُّتَـبْ!

“Jangan ditanya bagaimana Allah mengagungkan-Nya? Di tulis nama Muhammad di atas Arsy. Wahai derajat tinggi. Alangkah tinggi derajat-Mu”.

Seketika imam Tajuddin As-Subki secara reflek berdiri di ikuti para jamaah, para menteri dan pembesar di jaman itu. Sejak saat itu kaum muslimim selalu berdiri ketika bacaan maulid sampai kepada cerita kelahiran Nabi dengan membaca Marhaban Ya Nural Aini dst. (MD Royyan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here