IMAM ABU YAZID AL-BUSTOMI

0
73

Oleh : H Mohammad Danial Royyan

Dalam suatu perjalanan, Abu Yazid bertemu dengan seorang pendeta dan terjadilah dialog diantara keduanya yang akhirnya membawa pendeta tersebut kepada Islam.

Abu Yazid : Wahai pendeta aku mengetahui suatu yang diajarkan Tuhan kepadaku.

Pendeta : Ceritakanlah kepadaku sesuatu yang berjumlah satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas, dan duabelas.

Abu Yazid : Satu adalah Allah. Dua adalah siang dan malam. Tiga adalah hitungan talaq. Empat adalah Taurat, Zabur, Injil, dan Alqur’an. Lima adalah rukun syariah. Enam adalah jumlah hari penciptaan langit dan bumi. Tujuh adalah jumlah langit dan bumi. Delapan adalah malaikat penjaga arsy pada hari qiyamah. Sembilan adalah masa wanita mengandung. Sepuluh adalah al-malaikat al-kiram al-bararah. Sebelas adalah jumlah saudara yusuf. Dua belas adalah jumlah bulan.

Pendeta : Tuan betul, sekarang ceritakan kepadaku tentang yang tercipta dari udara, yang dijaga udara, dan yang dirusak oleh udara???

Abu Yazid : Yang tercipta dari udara adalah Nabi Isa, yang dijaga udara yaitu Nabi Sulaiman, dan yang dirusak udara adalah kaum ’Ad.

Abu yazid : Sekarang ijinkan saya untuk mengajukan satu pertanyaan saja. Dapatkah kau menceritakan kepadaku tentang kunci surga dan tulisan yang terdapat dipintu surga andaikan kau meyakini bahwa engkau dan kaummu itu pasti masuk surga.

Pendeta : Terdiam

Para pendeta : Apakah tuan kalah?

Pendeta : Tidak

Para Pendeta : Lalu mengapa engkau tidak menjawab?

Pendeta : Jika aku menjawabnya aku takut kalian membunuhku.

Para pendeta : Demi injil kami tidak akan membunuhmu.

Pendeta : Baiklah aku akan menjawabnya. Sesungguhnya kunci surga dan yang tertulis di pintu surga itu adalah LAA ILLAAHA ILLALLAH MUHAMMADURASULULLAH

Para pendeta : Mendengar jawaban itu mereka bersama sam lalu mengucapkan dua kalimah syahadat

Pendeta : Segala puji bagi Allah, kalian telah menjadi muslimin dan sebenarnya akupun sudah menjadi muslim sejak 60 tahun yang lalu, hanya saja aku menyembunyikannya karena takut pada kalian

Maka setelah terjadinya dialog tersebut lalu mereka bersama sama mengubah gereja tempat mereka berdialog itu menjadi sebuah bangunan Masjid dan Abu Yazid ditunjuk sebagai gurunya

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here