HUMOR TERKAIT SIMA’UL QUR’AN III

0
66

Seri Ketiga

Thufaili yang tamak dan kikir itu membawa satu buah Tien yang masih segar. Ditimang-timangnya Tien itu dengan penuh ragu antara dimakan sekarang atau dimakan nanti. Pada saat yang bersamaan nampak sosok manusia yang sedang lewat yang menuju ke arah keberadaan Thufaili. Karena sifat kikirnya yang terlanjur melekat di hati, Thufaili menyembunyikan Tien ke dalam lipatan sarung yang dipakainya. Sosok yang yang datang ternyata ustadz yang ahli qira’atul Qur’an (Qori’).
Thufaili : “Wahai Ustad Qori’ bacakanlah aku ayat-ayat Al-Qur’an, untuk menenangkan hati!”.
Ustad Qori’ langgsung surah ini :

بسم الله الرحمن الرحيم والزيتون وطورسينين وهذا البلد الامين

Thufaili langsung menyergah : “Ustad, salah bacaanmu ada yang kurang, tolong diulang!”.
Ustad Qori’ mengulangi bacaannya seperti bacaan pertama. Sampai diminta mengulang 3x tetapi bacaannya masih seperti yang pertama.
Thufaili : “Kok langsung Waz-Zaituni, lha Tien-nya di mana?”.
Ustad Qori’ : “Tien-nya ada di dalam sarungmu”.
Thufaili menjadi tersipu malu karena ketahuan melakukan penyembunyian yang menandakan kebakhilan dan kekikiran.

NB :Thufaili adalah orang tamak yang suka nimbrung makan gratis di tempat orang lain. Pertimbangan dalam hidupnya hanyalah makan.

Tausiyah : Orang yang sedang tadarus Al-Qur’an atau yang menyimaknya sayogyanya bershadaqoh untuk menghormati  kalam Alloh sebagai puncak kenikmatan batin, sebagaimana Rasululloh SAW selalu bershadaqoh setelah bertemu Malak Jibril yang menyampaikan wahyu kepadanya. (MD Royyan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here