HUMOR TENTANG TUYUL DIANGGAP MENCURI UANG MASJID

0
68

Seorang pengurus takmir masjid mengeluhkan uang kas masjid yang diwadahi amplop dan disimpan di dalam laci sering berkurang. Uang berjumlah 14 juta itu kadang berkurang Rp 300.000, kadang berkurang Rp 400.000. Dia berfikir, jangan-jangan uang itu dicolong tuyul. Dia juga bingung setiap menjelang jum’at, karena harus membuat laporan keuangan kas masjid. Masak, tiap minggu harus nombok sekian banyak. Akhirnya dia mendatangi kiai sepuh yang terkenal ahli ijazah doa-doa.

Takmir : “Kiai, sepertinya uang kas masjid yang saya simpan sering dicolong tuyul. Saya minta ijazah doa agar tuyul gak brani nyolong uang masjid!”.

Kiai : “Sebelum amplop yang berisi uang disimpan di laci, kau bacakan ayat kursi 3x lalu kau tiupkan ke amplopnya, baru disimpan di laci. Insya Alloh tuyul gak brani nyolong”.

Takmir : “Terimaksih, Kiai!”. Keesokan hari, takmir datang lagi ke Kiai dan berkata : “Kok masih hilang, Kiai, apa tuyulnya gak takut ya?”.

Kiai : “Ambillah secarik kertas, kau tulis ayat kursi pada kertas itu, lalu masukkan ke amplop!”.

Takmir : “Ya, Kiai”. Keesokannya lagi, takmir datang lagi ke Kiai dan berkata : “Tuyulnya masih nyolong lagi Kiai, kok gak ada takutnya ya?”.

Kiai : “Sesuai hadits riwayat Abu Hurairoh yang telah saya praktikkan, tuyul gak brani nyolong kalau sudah dibacakan ayat kursi 3x. Saya curiga, yang nyolong bukan tuyul anak syetan, tapi tuyul ndase ireng (kepalanya hitam). Sekarang begini saja, amplopnya ditulisi : ‘INI UANG WAKAF MILIK MASJID’, insya Alloh aman”.

Takmir : “Ya Kiai!”. Untuk kesekian kalinya, takmir datang ke Kiai dan berkata : “Di bawah tulisan ‘INI UANG WAKAF MILIK MASJID’ ada tulisan lagi ‘SAYA PINJAM UANG MASJID, SAMPEAN YANG NYAUR’. Siapa ya yang brani berbuat begitu?”.

Kiai : “Itu pasti ulah istrimu. Mungkin sampean tidak memberi nafkah kepadanya, lalu dia mengambil uang masjid, karena dia membaca kisah Hindun yang bertanya kepada Nabi, apakah boleh mencuri uang suami apabila tidak diberi nafkah, Nabi mengijinkannya asal sesuai kebutuhan sehari-hari, lalu istrimu menirukannya, tetapi karena tidak ada uang pribadimu maka dia mengambil uang masjid. Oleh karena itu, tausiyahku kepadamu : benahilah managemen rumah tangga supaya tidak ada musykilah (problem)”. (M.D. Royyan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here