HUKUM QURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL

0
223

A. Pertanyaan :
Sunhaji dari Tamangede Gemuh bertanya : Saya menerima kiriman uang sebanyak Rp 3.500.000 dari seorang perempuan yang masih bekerja di luar negeri agar saya gunakan untuk membeli kambing qurban untuk ibunya yang sudah meninggal dunia. Apakah boleh menyembelih kambing qurban untuk orang yang sudah meninggal?

B. Jawaban :
Menyembelih hewan qurban yang diperuntukkan kepada mayyit itu hukumnya ada dua pendapat :

1. Menyembelih hewan qurban untuk orang lain tanpa seizinnya atau untuk mayyit tanpa wasiatnya, menurut jumhur ulama tidak sah karena qurban itu ibadah yang bersifat fida’un nafsi (tebusan perorangan). Pendapat pertama ini merupakan qoul mu’tamad.

2. Menyembelih hewan qurban untuk mayyit menurut Imam Abul Hasan Al-Ubbadi adalah sah, karena qurban itu ibadah yang bersifat shodaqoh. Shodaqoh untuk mayyit itu diperbolehkan dan pahalanya bisa sampai kepada mayyit secara ijmak. Imam Al-Ubbadi juga bardalih bahwa Sayyidina Ali bin Tholib pernah menyembelih dua ekor kambing sebagai qurban untuk Rosululloh SAW.

Oleh karena itu, jika ada warga masyarakat yang menyembelih hewan qurban untuk mayyit maka supaya mengikuti pendapat yang kedua ini.

C. Referensi :

١. المجموع شرح المهذب جزء ثاني ص ٤٠٨:  واما التضحية عن الميت فقد اطلق ابو الحسن العبادي جوازها لانها ضرب من الصدقة والصدقة تصح عن الميت وتنفع وتصل اليه بالاجماع. وقال صاحب ااعدة والبغوي : لا تصح التضحية عن الميت الا ان يوصي بها وبه قطع الرافعي في المحرر والله اعلم. وقال اصحابنا : واذا ضحى عن غيره بغير اذنه فان كانت الشاة معينة بالنذر وقعت عن المضحي والا فلا كذا قاله صاحب العدة وأخرون . واحتج العبادي وغيره في التضحية عن الميت بحديث علي بن ابي طالب رضي الله عنه انه كان يضحي بكبشين عن رسول الله صلى الله عليه وسلم وبكبشين عن نفسه. وقال ان رسول الله صلى الله عليه وسلم امرني ان اضحي عنه ابدا فانا اضحي عنه ابدا .

(Muhammad Danial Royyan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here