HUKUM MENJUAL KULIT QURBAN

0
181

A. Pertanyaan :
Sdr. Kholid Gentinggunung Sukorejo bertanya :
Bagaimana hukumnya menjual kulit hewan kurban. ?

B. Jawaban :
Mudlohhi (orang yang berqurban) tidak diperbolehkan menjual kulit hewan qurban, karena hewan yang disembelih dengan diniatkan sebagai qurban itu telah menjadi milik Allah, kepemilikannya sudah terlepas dari mudlohhi. Oleh karena itu, dia tidak boleh mengambil ganti rugi dari seluruh juz-juz qurban baik itu daging atau kulit, termasuk tidak boleh pula untuk membayar tukang potong.
Ada cara yang benar yaitu dengan tamalluk terlebih dahulu, maksudnya seluruh kulit sapi qurban diberikan (ditamallukkan) kepada seseorang, dan setelah diterima, orang tersebut menjualnya, lalu uangnya tidak diambil sendiri, tetapi digunakan untuk memberi kepada tukang sembelih atau untuk kepentingan lain.

C. Referensi :

لا يجوز للمضحي أن يبيع جلد أضحيته ؛ لأنها بالذبح تعينت لله بجميع أجزائها ، وما تعيّن لله لم يجز أخذ العوض عنه ، ولهذا لا يعطى الجزار منها شيئا على سبيل الأجرة .
وقد روى البخاري (1717) ومسلم (1317) واللفظ له عَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ : أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقُومَ عَلَى بُدْنِهِ وَأَنْ أَتَصَدَّقَ بِلَحْمِهَا وَجُلُودِهَا وَأَجِلَّتِهَا وَأَنْ لَا أُعْطِيَ الْجَزَّارَ مِنْهَا . قَالَ : نَحْنُ نُعْطِيهِ مِنْ عِنْدِنَا .
روى الحاكم في المستدرك من طريق زيد بن الحباب عن عبد الله بن عياش عن عبد الرحمن بن هرمز الأعرج عن أبي هريرة قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: (من باع جلد أضحيته فلا أضحية له)، ومن نفس الطريق رواه البيهقي (19015)

Muhammad Danial Royyan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here