HUKUM BERBISNIS SNACK “BIKINI REMAS AKU”

0
131

bikini

A. Pertanyaan :
Ibu Hj Maftuchah dari Tamangede Gemuh bertanya :

Sekarang ini ada produk unik dan kreatif tetapi berbau porno yaitu snack “Bikini (bihun kekinian) Remas Aku” yang belakangan menarik perhatian masyarakat. Produk makanan ringan ini dikemas seolah menggambarkan tubuh wanita sedang memakai bikini. Di bagian perutnya ada dua tangan yang memeluk serta bertuliskan ‘remas aku’. Kemasan produk ini tidak sesuai norma-norma etika ketimuran, sehingga BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) tidak meloloskan perijinannya.

Bagaimana hukumnya berbisnis snack “Bikini Remas Aku” ? dan apakah halal untuk dikonsumsi? Atas jawabannya disampaikan terimakasih !

B. Jawaban :

Mengkemas suatu benda dengan kemasan berbau porno seperti makanan berbentuk tubuh wanita setengah telanjang, dan menuliskan tulisan pada suatu benda dengan tulisan berbau porno juga seperti tulisan “remas aku” pada makanan itu semua hukumnya adalah haram, karena menjadi penyebab adanya imajinasi negatif atau nista dalam perasaan yang menjurus kepada perzinaan.

Suatu hal yang menjadi penyebab terjadinya maksiat juga merupakan maksiat yang harus ditutup. Menutup sarana kemaksiatan itu dalam Ilmu Usul Fiqih dinamakan dengan “Saddudz Dzari’ah”. Menurut al-Qarafi, sadd adz-dzari’ah adalah memotong jalan kerusakan (mafsadah) sebagai cara untuk menghindari kerusakan tersebut. Meski suatu perbuatan itu bebas dari unsur kerusakan (mafsadah), namun jika perbuatan itu merupakan jalan atau sarana bagi suatu kerusakan (mafsadah), maka kita harus mencegah perbuatan tersebut.

Dengan ungkapan yang senada, menurut asy-Syaukani, adz-dzari’ah adalah masalah atau perkara yang pada lahirnya dibolehkan namun akan mengantarkan kepada perbuatan yang dilarang (al-mahzhur). Melihat sesuatu yang menjadi penyebab adanya perasaan kasmaran dalam hati sama dengan langkah mendekati perzinaan. Sesuatu yang mengarah kepada maksiat maka termasuk maksiat yang harus dilarang, sesuai dengan ayat tentang larangan zina.

Oleh karena itu, memproduksi dan memperdagangkan snack “Bikini Remas Aku” hukumnya haram. Adapun memakannya, maka hukumnya boleh apabila makanan tersebut tidak mengandung zat haram, tetapi makruh.

C. Referensi :

﴿وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا) ليس النهي في هذه الآية عن ارتكاب الزنى ، ولكن النهي عن الاقتراب من الزنى، فأي شيء يقربك إلى الزنى أنت منهي عنه بنص هذه الآية، فالنظر إلى النساء خطوة أولى نحو الزنى، والحديث معهن حديثاً فيه لين كذلك خطوة إلى الزنا، ومجالسة أهل الزنى والاختلاط، وقراءة الأدب الرخيص، ومشاهدة الأشياء التي تسبب إثارة المشاعر، ومتابعة التمثيليات الفاضحة كلها خطوة إلى الزنا
﴿وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً﴾ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الْعَيْنُ تَزْنِي، وَالْقَلْبُ يَزْنِي، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا الْقَلْبِ التَّمَنِّي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ مَا هُنَالِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ. [أحمد في المسند] وهناك الزنى المعروف، إذاً الجوارح تزني ! لذلك قال عليه الصلاة والسلام: إن النظر سهم من سهام إبليس مسموم، من تركها مخافتي أبدلته إيمانا يجد حلاوته في قلبه [أخرجه الطبراني عن ابن مسعود] وعَنْ جَرِيرٍ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظْرَةِ الْفَجْأَةِ فَقَالَ: اصْرِفْ بَصَرَكَ (سنن أبي داود)
وقال الشاطبي رحمه الله : حَقِيقَتَهَا : التَّوَسُّلُ بِمَا هُوَ مَصْلَحَةٌ ، إِلَى مَفْسَدَةٍ انتهى من الموافقات (5/183) . وعليه ، فالمقصود بقولهم :  سد الذرائع ، أي : سد الطرق المؤدية إلى الفساد ، وقطع الأسباب الموصلة إليه ، وحسم مادة الفساد ، من أصلها . قال القرافي رحمه الله : سَدُّ الذَّرَائِعِ ، وَمَعْنَاهُ : حَسْمُ مَادَّةِ وَسَائِلِ الْفَسَادِ ؛ دَفْعًا لَهَا ، فَمَتَى كَانَ الْفِعْلُ السَّالِمُ عَنْ الْمَفْسَدَةِ ، وَسِيلَةً لِلْمَفْسَدَةِ : مَنَعَ الإمام مَالِكٌ مِنْ ذَلِكَ الْفِعْلِ ، انتهى من الفروق 2/32

Muhammad Danial Royyan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here