HAUL ABUYA KH AHMAD ABDUL HAMID KE-19

0
220

Kamis besuk jam 13 tanggal 16 Syawwal.1437 H atau tanggal 21 Juli 2016 M di Dukuh Grabak Kelurahan Langenharjo Kecamatan Kendal Kota.

Kiai Achmad Abdul Hamid adalah tokoh yang menggagas lahirnya “Silaturahim Ngumpulke Balung Pisah NU Jawa Tengah”, patut dicontoh dan diteladani sikap dan perjuangannya.

KH Achmad Abdul Hamid wafat pada 14 Februari 1998 bertepatan dengan 16 Syawal 1418 H. Dia lahir di Kota Kendal, 1915. Yang paling menarik, beliau adalah atlet olahraga yang baik. Bahkan, pernah membawa obor api PON Mrapen juga.

Kiai Achmad adalah orang yang mempopulerkan kalimat wallahul muwafieq ilaa aqwamith tharieq sebagai kalimat penutup di akhir pidato.

Sekitar tahun kelahiran KH Achmad bin KH Abdul Hamid, bangsa Indonesia marak dengan pembentukan kelompok atau organisasi, baik yang bersifat keagamaan, sosial, ekonomi, maupun politik. Pada 1912, misalnya, lahir organisasi Muhammadiyah.

Kemudian, pada 1918 lahir Nahdlotul Tujjar yang konon merupakan cikal bakal organisasi NU. Berturut-turut, pada 1920-an bermunculan organisasi atau pergerakan, berubahnya SDI (Sarekat Dagang Islam) menjadi SI (Sarekat Islam), lahirnya NU, dan peristiwa sumpah pemuda yang terkenal itu.

Kiprah Kiai Ahmad di lingkungan NU dimulai dari tingkat daerah sampai PBNU. Beberapa posisi penting di NU yang pernah didudukinya adalah Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Kendal, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah (dengan Katib KH Sahal Mahfudh), dan terakhir sebagai Mustasyar PBNU.

M.D. Royyan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here