Hari Ini, MWC NU Kangkung Gelar Konferensi

0
66

Kangkung, pcnukendal.com – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kangkung menggelar Konferensi pada Minggu (28/2) di Gedung MWC NU setempat.

Menurut Sekretaris MWC NU Kangkung, H. Fatkon pelaksanaan konferensi sempat mengalami penundaan akibat penerapan pembatasan kegiatan masyarakat secara mikro pada masa pandemi Covid-19.

“Sehingga baru dapat dilaksanakan hari ini bertepatan dengan peringatan Harlah NU ke-98 menurut perhitungan kalender Hijriyah dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Peserta konferensi, lanjutnya juga dibatasi yakni hanya mengundang pengurus harian MWC NU, Rois dan Ketua Tanfidziyah Ranting, dan ketua lembaga dan Banom.

Hal senada dikatakan Ketua MWC NU Kangkung, Ahmad Khoiron. Ia mengatakan pada konferensi tahun ini tidak ada sidang komisi untuk menyusun program kerja dan rekomendasi. Hanya penyampaian laporan pertanggungjawaban dan pemilihan Rois beserta Ketua Tanfidziyah.

“Laporan pertanggungjawaban sudah kami sampaikan secara tertulis kepada seluruh Ranting beberapa hari sebelum konferensi dengan maksud agar dapat dipelajari dan dikoreksi. Kami juga menyediakan form koreksi dan usulan apabila ada hal-hal yang kurang,” terang Ketua MWC NU Kangkung.

Acara juga dihadiri Camat Kangkung, Adhi Prasetyo. Dalam sambutannya, Camat Kangkung mengapresiasi MWC NU Kangkung yang selalu berkoordinasi dengan Forkompincam setiap kali akan melaksanakan kegiatan. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi jamiyah NU dalam ikut mensosialisasikan program-program pemerintah. Hal ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan ulama sangat dibutuhkan.

“Karena ulama dan kiai lebih didengar oleh masyarakat, mereka cenderung patuh kepada ulama, dan NU selalu hadir memberikan pemahaman dan ketenangan di masyarakat,” ungkap Camat Kangkung.

Konferensi dibuka secara resmi oleh Wakil Rois Syuriyah PC NU Kendal, KH Sholahudin Khumaid dengan pembacaan Surat Al Fatihah. Dalam sambutannya, KH Sholahudin menjelaskan beberapa hal yang mesti dipahami oleh jajaran pengurus NU.

“NU adalah jamiyah ijtimaiyah dan jamiyah diniyah, namun saat ini terkadang yang diniyahnya kurang diperhatikan, begitu pula sebaliknya,” tuturnya.

KH Sholahudin juga mengingatkan bahwa pengurus tidak boleh menafikan keberadaan Syuriyah. Karena NU tak hanya Tanfidziyah saja, namun ada Syuriyah yang harus dilibatkan dalam menjalankan roda jamiyah.

Di akhir, KH Sholahudin berpesan agar seluruh jajaran pengurus meninggalkan kepentingan dan perbedaan pilihan saat perhelatan Pilkada. Semua pihak harus meninggalkan hal-hal yang sudah terlewat dan bersama-sama melangkah untuk mencapai tujuan.

“Perilaku atau sikap yang akan datang itu lebih utama daripada sikap dan perilaku yang sudah lewat,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, sedang berlangsung penyampaian laporan pertanggung jawaban kepengurusan MWC NU Kecamatan Kangkung Periode 2016-2021. (Muf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here