Hari Guru Nasional : Sejarah Singkat

0
299

Hari Guru Nasional (HGN) yang diperingati pada tanggal 25 Nopember ditetapkan secara yuridis dengan Keputusan Presiden (Kepres) Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 1994. Landasan pertimbangannya adalah bahwa guru memiliki kedudukan dan peran yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional, khususnya dalam rangka pengembangan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia. Sebagai upaya untuk mewujudkan penghormatan kepada guru maka di terbitkanlah Kepres tentang Hari Guru Nasional oleh Presiden Soeharto.

Penetapan HGN 25 Nopember tidak dapat lepas dari sejarah dan peran Organisasi Profesi Guru PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). PGRI mulanya bernama PGHB yang didirikan pada tahun 1912. PGHB adalah singkatan Persatuan Guru Hindia Belanda. PGHB merupakan organisasi unitaristik yang beranggotakan para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Mereka yang memang berasal dari berbagai latar belakang ini umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua. Selain PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan sebagainya seiring perjalanan waktu.

Masih di era kolonial belanda, PGHB berubah nama menjadi PGI (Persatuan Guru Indonesia). Kesadaran kebangsaan  dan semangat perjuangan yang sudah sejak lama ada kini tumbuh dan mendorong guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Penggunaan nama “Indonesia” semakin mengobarkan semangat perjuangan dan memuncak pada kesadaran kemerdekaan. Tidak lagi sebatas perjuangan persamaan hak dan posisi bahkan telah menjadi perjuangan nasional dengan tujuan ‘kemerdekaan’.

Langkah PGI terhenti pada masa pendudukan Jepang di Nusantara. PGI tidak lagi dapat beraktivitas karena dilarang dan sekolah ditutup. Namun ternyata semangat yang dimiliki para guru tidak luntur, buktinya, pasca proklamasi 17 Agustus 1945 para guru bersegera menggelar Kongres Guru Indonesia pada 24-25 Nopember 1945 di Surakarta. Dalam Kongres ini PGRI didirikan, tepatnya tanggal 25 Nopember 1945. Melalui Kongres ini, juga disepakati menghapus segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, suku, dan agama. Maka, sebagai penghormatan kepada para guru, pemerintah menetapkan  25 Nopember sebagai Hari Guru Nasional dengan Kepres Nomor 78 Tahun 1994.

Selamat Hari Guru Nasional 2016 dan Hari Lahir PGRI ke-71. Semoga para guru mulia dengan karya. Tetaplah menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Jadilah profesional dalam profesimu. Terus belajar, karena mengajar adalah belajar.

(Dihimpun dari berbagai sumber.)

Abdul Rochman

Alumni Diploma Dua Ilmu Perpustakaan UT, Mahasiswa S1 Ilmu Perpustakaan UT, Pustakawan MTs NU 01 Cepiring, Anggota ATPUSI (Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia), Anggota Komunitas SLiMS (Senayan Library Managemet System) Jawa Tengah, Founder Komunitas #KendalMembaca, Teknisi Otomasi Perpustakaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here