Harapan

0
17

Oleh: Abdul Basith

Harapan bak lentera yang butuh minyak agar bisa menyala sepanjang masa. Harapan menjadi  angin di tengah kehampaan dalam ruang tanpa udara. Harapan menjadi motivasi di tengah kegalauan tak bertepi. Harapan juga menjadi secercah sinar menuju kemulyaan hidup.

Harapan akan menjadi fatamorgana tatkala Anda tak bergerak. Harapan hanya sebatas retorika di bibir jika tak diimbangi dengan aksi yang terstruktur dan massif. Harapan hanya menjadi untaian kata – kata ketika tak dibalut dengan semangat perubahan.

Harapan datangnya panas di tengah musim penghujan itu boleh – boleh saja. Harapan turunnya hujan di tengah terik matahari juga sah – sah saja. Harapan tidak dituntut harus realistis. Dengan harapan, seseorang akan melakukan sesuatu untuk mewujudkannya.

Bagi orang yang beriman harapan terbesar hidup ini adalah mencari ridlo ilahi. Dengan ridlo ilahi diharapkannya dapat mengantar mereka menuju surga dan bertemu dengan Tuhannya. Mengharap ridlo ilahi bukan perkara mudah dalam hidup ini. Lihat saja perjuangan para kaum sufi untuk terhindar dari harapan duniawai. Mereka uzlah, mereka menepi dari ramainya dunia ini.

Mereka juga bermeditasi dalam membongkar langkah menuju ridlo ilahi. Ada yang menari, ada yang semedi, ada pula yang rileks tapi pasti saat bercengkrama dengan ilahi di sepertiga malam.

Sudah waktunya harapan dituangkan dalam catatan kehidupan. Harapan juga bagian doa-doa yang memotivasi dalam berkarya. Dengan harapan, manusia akan terpacu untuk lebih baik dari waktu ke waktu. Mereka tak lagi patah semangat hanya gara – gara sesuatu yang belum didapat.

Harapan diharapkan dapat sedikit mengisnpirasi manusia untuk bisa menegakkan kepala di tengan kegalauan yang mendera. Putus asa dapat menjadi biang manakala diratapi setiap waktu. Putus asa hanya akan menjadi imun negatif di tengah ratapan hati. Selain itu, sikap putus asa justru akan menghambat langkahmu dalam berkreasi dan berinovasi.

Harapanmu adalah kekayaanmu. Maka rawatlah harapanmu dengan siraman – siraman nyata meski selangkah demi selangkah. Begitu jauh lebih baik daripada menunggu dari waktu ke waktu. Banyak orang bahagia dalam hidup ini karena tindakan – tindakan kecil tapi istiqomah. Ibarat kata satu hari satu lembar dalam mengaji atau one day one thousand dalam bersedekah.

Betapa ruginya jika hidup ini tanpa harapan. Hidup akan terasa hampa, langkahpun  akan menjadi tak berirama. Akan berat menjadikan hidup bermakna. Harapan bak permata dalam kehidupan, semakin diasah semakin bercahaya. Harapan  bila disikapi dengan optimis dan realis insya Allah akan berbuah manis. Tapi jika harapan disikapi dengan pesimis dan apatis bukan tidak mustahil harapan akan menjadi penyakit kronis.

Harapan harus dibuktikan walau peluangnya seperseratus sekian. Karena dengan harapan kepahitan bisa menjadi pelecut kemajuan. Setitik demi setitik, pintu harapan kian terbuka di tengah himpitan. Itulah harapan, dibutuhkan tekad dan keberanian.

Setiap orang mempunyai harapan. Dengan harapan, orang – orang bisa berinovasi dan memberi inspirasi bagi mereka yang terbelenggu frustasi. Frustasi adalah penyakit hati yang dapat membunuh jiwa kreasi. Frustasi harus dilawan dengan semangat harapan. Frustasi harus disingkirkan karena frustasi hanya akan menjadi narasi – narasi yang tak elok untuk dibagi.

Penulis adalah Pengurus MWC NU Kaliwungu Selatan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here