Gus Yusuf: Hijrah Harus dengan Ilmu dan Strategi

0
53

Sukorejo, pcnukendal.com – Sebelum meninggalkan Mekah menuju Madinah untuk melaksanakan perintah hijrah, Rosulullah Muhammad SAW meminta sahabat Ali ibn Abu Tholib untuk tidur di tempat tidurnya. Permintaan Rosulullah SAW kepada sahabat Ali itu mengandung makna bahwa dalam menjalankan perintah Allah SWT dan berjuang menegakkan agama Islam dibutuhkan ilmu dan strategi.

Demikian dikatakan KH. Muhammad Yusuf Chudlori yang akrab disapa Gus Yusuf saat berceramah pada acara Pengajian umum menyambut tahun baru 1441 Hijriyah yang diselenggarakan MWC NU Sukorejo di gedung NU Jl. Kartini Kebumen Sukorejo, Kamis (19/9).

“Hijrah itu tidak merubah model pakaian dari celana panjang menjadi agak panjang (cingkrang) dan mengganti model kerudung menjadi lebih lebar seperti yang banyak kita lihat,” kata pengasuh API Tegalrejo Magelang yang disambut dengan derai tawa hadirin.

Lebih lanjut, Gus Yusuf menjelaskan bahwa dalam berjuang dibutuhkan bekal ilmu dan keberanian. Ada kalanya orang itu alim tapi tidak punya keberanian dan sebaliknya ada orang pemberani tapi tidak memiliki ilmu. Kedua-duanya tentu sangat disayangkan. Menurutnya, sosok yang memiliki ilmu dan pemberani itu ada pada figur Gus Dur.

Ditambahkan, bahwa sebelum diputuskan hijrah juga diwarnai perbedaan pendapat. Sahabat Umar ibn Khotob misalnya, memandang hijrah tidak perlu dilakukan. Umar berpandangan jika umat Islam hijrah akan terkesan takut kepada kafir Quraisy. Namun setelah hijrah menjadi sebuah keputusan semua sahabat akhirnya sami’na wa atho’na.

“Di NU, kondisi ini harus dipahami bersama bahwa perbedaan pendapat itu tidak bisa dihindari, tetapi ketika sudah menjadi keputusan yang disampaikan oleh rois syuriyah dan pengurus maka warga NU harus sami’na wa atho’na,” tegasnya.

Ketua MWC NU Sukorejo, Fahroji dalam sambutannya mengatakan Pembangunan gedung MWC NU Sukorejo merupakan hasil keputusan Konferensi MWC NU Sukorejo 2016 yang sifatnya mengikat bagi pengurus NU, Badan Otonom dan lembaga serta warga NU Kecamatan Sukorejo untuk menyukseskannya.

“Kalau gedung NU Sukorejo ingin cepat selesai syarat hanya kompak dan sami’na wa atho’na terhadap hasil musyawarah para kyai NU Sukorejo”, pungkasnya. ( Fikri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here