Gus Dur dan Duta Masyarakat

0
26

Pagi-pagi sekali, Gus Dur mengundang santrinya. “Tolong, Kang, tulisanku dibacakan lagi. Bilang saja kalau ada kalimat yang tidak mudah dipahami atau tanda baca yang belum pas,” pinta Gus Dur.

Kang Santri menerima dua lembar tulisan Gus Dur dengan takzim. la lalu duduk di bawah sang guru. Ia langsung membacanya dengan jelas. Sebelum paragraf pertama habis dibaca, Gus Dur sudah mengeluarkan perintah yang lain.

“Sampean duduk di sini, dong,” kata Gus Dur sambil menepuk-nepuk kursi di sampingnya. Kang Santri berdiri. Sambil mesam-mesem tidak jelas, ia duduk di kursi, di samping sang guru.

Sejurus kemudian, Kang Santri membacakannya kembali.

Setelah beres, Gus Dur meminta Kang Santri mengirim tulisannya. “Tolong kirim tulisanku ke Duta

Masyarakat. Pakai internet Sampean ya, Kang,” kata Gus Dur. Yang dimaksud Gus Dur internet adalalah surat elektronik atau surel.

Akan tetapi, Kang Santri tidak langsung pergi. Tampak ada sesuatu yang ingin ia sampaikan. “Gus, tulisan ini bagus sekali. Jika dikirim ke koran nasional, pasti dimuat,” usul Kang Santri.

“Ah, Sampean ini ngerti apa? Biar Duta Masyarakat itu koran lokal, tapi yang baca kan orang NU. Kirim saja ke sana, biar dibaca jemaah NU di desa-desa, “ujar Gus Dur memberi pengertian.

“Tujuanya memang agar orang NU menikmati tulisan bagus,” lanjut Gus Dur sambil ketawa ringan. Kang Santri hanya mantuk-mantuk lalu mencium tangan Gus Dur. la bergegas ke warung internet.

(Ulama Bercanda, Santri Tertawa – Hamzah Sahal)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here