Gerak KOIN NU di Kampungku: Perjalanan LAZISNU Kebonharjo Patebon

0
56

Oleh: M. Adib Shofwan

Pada bulan Dzulhijjah lima tahun lalu, sehabis salat Jumat aku kedatangan tamu. Kang Mahzum, begitu aku biasa memanggilnya. Anak seorang kiai di kampungku. Ayah dan ibunya telah lebih dulu menghadap Sang Pencipta, dan saat itu ia masih nyantri di pondok pesantren.

“Kabare, Kang?. Pados nopo?” tanyaku.

“Alhamdulillah sae, badhe tumbas buku pidato pak,” jawabnya.

“Ngomong-ngomong niki pun bulan Besar kok dereng pangkat mondok, Kang?,” tanyaku lagi.

“Anu, Pak. Taseh pados sangu kangge pangkat mondok,” jawabnya tersipu.

Sepenggal dialog di atas menjadi pusaran yang terus berputar di hatiku. Aku santri, dia juga santri. Hanya saja nasib baik masih berpihak padaku, mondok tanpa memikirkan biaya, setiap bulan aku mendapat kiriman dari orang tuaku. Sementara Kang Mahzum harus mencari sangu dan bekal dulu untuk berangkat mondok.

Terbesit pesan Gus Dur, “Orang besar bukan mereka yang pintar, tapi mereka yang bisa melayani kebutuhan masyarakat”.

Pesan itu menginspirasi untuk membawa permasalahan tadi ke sebuah forum pertemuan Rijalul Ansor Ranting Kebonharjo 2 Kecamatan Patebon yang saat itu aku diamanati sebagai Ketua Ranting Gerakan Pemuda Ansor. Di forum inilah gagasan anak muda NU berperan aktif dalam menjembatani permasalahan seperti para santri yang semangat mondok namun terkendala biaya.

Usai pembacaan kitab kuning oleh salah satu pengurus beserta pemaparan singkat, acara berlanjut dengan tanya jawab. Disuguhi kopi dan jajanan seadanya usul dan masukan ditampung dan dicatat sebagai gambaran dinamika kejadian dan kebutuhan masyarakat. Arus pemikiran dan gagasan baru lahir untuk memulai langkah kongkrit mewujudkan cita-cita bersama.

Kami melihat sejumlah potensi yang ada, baik tenaga, sumber daya manusia, jumlah penduduk, profesi, adanya organisasi seperti Fatayat, Muslimat dan potensi lainnya dapat diberdayakan secara maksimal. Meskipun terkadang bayang-bayang halangan, rintangan, dan tantangan dapat menurunkan semangat juang dan pergerakan kami. Hal itu cukup menjadi catatan, tidak perlu sering dibicarakan dan dibesar-besarkan sehingga melemahkan semangat dan memundurkan langkah. Halangan dan rintangan menjadi tantangan yang harus dihadapi dan ditaklukkan.

Berpijak pada sebuah idiom, man qoola fa’ala, wani ngomong wani ngelakoni, maka setelah melalui beberapa kali kajian dan menampung masukan dari berbagai pihak, akhirnya memunculkan ide pendirian Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di Desa Kebonharjo 2. Gagasan ini tidak kami olah sendiri karena LAZISNU merupakan ranah Ranting NU. Komunikasi dengan pengurus Ranting NU pun mulai dibangun dan menghasilkan panitia persiapan pembentukan LAZISNU.

Panitia persiapan pembentukan LAZISNU diisi oleh anggota GP Ansor sebagai penggagas LAZISNU. Panitia tersebut bertugas merumuskan langkah-langkah yang harus ditempuh guna mempersiapkan pembentukan LAZISNU. Tujuannya agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat mengingat LAZISNU masih merupakan hal baru di lingkungan kami pada tahun 2016.

Panitia mengagendakan pengajian dan seminar sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya zakat, infaq dan sedekah. Dilaksanakan 2 kali pengajian dengan mengundang para kiai, akademisi, Ketua LAZISNU Kabupaten Kendal, dan BAZNAS.

Setelah melalui proses perintisan yang menguras tenaga dan pikiran, akhirnya pada awal tahun 2017 LAZISNU Desa Kebonharjo 2 dibentuk secara resmi dan dikukuhkan dengan Surat Keputusan dari Pimpinan Cabang LAZISNU Kabupaten Kendal. Pada fase ini, ibarat setelah berlari marathon kami mengendurkan syaraf. Ibarat usai menyeduh kopi tak langsung diseruput, kami menunggu sejenak kopi mengendap agar kopi dapat dinikmati dengan aroma sempurna.

Pada bulan Mei 2017 M / Ramadan 1438 H, LAZISNU Desa Kebonharjo 2 mulai aktif bergerak. Pengumpulan infaq dan sedekah dimulai dengan menyebar surat permohonan infaq dan sedekah kepada para aghniya’ di lingkungan Desa Kebonharjo 2. Langkah ini mendapat respon positif masyarakat dengan terkumpulnya infaq lebih dari 12 juta rupiah yang kemudian ditasyarufkan kepada fakir miskin.

LAZISNU Desa Kebonharjo 2 terus bergerak dengan berbagai program untuk kemaslahatan umat seperti santunan setiap 3 bulan sekali, beasiswa santri, santunan orang sakit dan meninggal dunia, permodalan UMKM dan sebagainya. Program-program tersebut membutuhkan dana secara kontinu dan kuat. Sehingga kemudian muncul ide pembuatan Kotak Infaq NU, mengadopsi program NU Kabupaten Sragen yang telah mandiri dengan KOIN NU nya.

Takdir mengantarkan pada jalan kemudahan. LAZISNU Desa Kebonharjo 2 mulai bergerak dengan KOIN NU, bertepatan dengan PC LAZISNU Kendal melaunching program yang sama, hingga pada 14 Februari 2018  program KOIN NU di Ranting Kebonharjo 2 resmi berjalan. Pengurus LAZISNU, NU, Fatayat, Muslimat dan Ansor menjadi prioritas pertama program tersebut. Satu bulan kemudian, pengurus membentuk Tim Sosialisasi LAZISNU yang bertugas menyosialisasikan program KOIN NU pada tingkat Rukun Tetangga (RT).

Program KOIN NU juga menyasar bermacam-macam profesi, kalangan kiai, ustadz, karyawan, dosen, pedagang, wiraswasta, hingga juragan rongsok. Setiap RT didatangi untuk menyampaikan manfaat, pengelolaan, pelaporan keuangan LAZISNU. Masyarakat merespon positif program tersebut. Tim juga menerima usulan dan masukan dari masyarakat.

Tak hanya itu, untuk memantapkan program KOIN NU dan membuka kesadaran masyarakat akan pentingnya program tersebut, NU Ranting Kebonharjo 2 menggelar pengajian akbar pada bulan Maret 2019 dengan menghadirkan KH Ma’ruf Islamuddin, penggagas program KOIN NU dari Sragen sebagai pembicara. Hal ini juga bertujuan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat secara langsung dari pihak yang kompeten di bidangnya.

Hingga saat ini, program KOIN NU di Ranting Kebonharjo 2 masih berjalan dengan istiqomah pada 15 RT dengan 23 petugas KOIN. Kami berharap LAZISNU Ranting Kebonharjo 2 diberi kekuatan untuk istiqomah berkhidmah pada NU melalui KOIN NU. Amin.

Penulis adalah Ketua Ranting NU Kebonharjo 2 Patebon Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here