Gebyar Satu Milyar Solawat Meriahkan Hari Santri Nasional

0
189

whatsapp-image-2016-10-22-at-13-48-15

Kendal pcnukendal.id. Pada Jum’at malam (21/10), ratusan santri memadati alun-alun kota Kendal. Mereka berkumpul untuk ikut menyukseskan program “Satu Milyar Solawat Nariyah” yang dicanangkan PBNU. Pembacaan solawat itu serentak di seluruh Indonesia dan dibaca pada malam puncak perayaan Hari Santri Nasional (HSN).

KH Moch. Najib Fauzan mengatakan, acara itu merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka memperinati HSN yang diperingati tiap tanggal 22 Oktober. HSN kali ini adalah peringatan yang kedua sejak HSN ditetapkan oleh presiden Joko Widodo dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Hal disambut dengan suka cita. Rangkaian kegiatan pun digelar untuk memeriahkan momentum bersejarah itu.

Rangkaian acara dimulai dengan Kirab Santri Kamis (20/10) lalu yang disambung dengan lomba hafalan nadhom dan tahfidz al Qur’an yang diikuti oleh pondok pesantren se-kabupaten Kendal. Acara dilanjutkan pada Jum’at (21/10) pagi dengan berbagai Halaqoh Kebangsaan dan Festival Rebana.

“Dilanjutkan dengan pembacaan Satu Milyar Solawat Nariyah pada malam ini, dan terakhir besok (Sabtu. 22/10-red) akan diadakan Jalan Sehat yang diikuti perwakilan Santri dan Siswa Madrasah se-kabupaten Kendal,” ungkap Najib.

Solawat untuk Indonesia Damai

Dalam acara Satu Milyar Solawat Nariyah, para santri dari seluruh kabupaten Kendal mengikuti lantunan solawat nariyah yang diiringi musik religi tersebut dengan khidmah. Pada kesempatan itu, KH Sajidin Noor memimpin pembacaan solawat.

Sebelum pembacaan dimulai, Sajidin mengajak semua yang hadir untuk berkonsentrasi ketika membaca solawat. Ia menambahkan, bacaan solawat nariyah ini dimaksudkan agar bangsa Indonesia senantiasa memperoleh perlindungan dari segala marabahaya dan semua ketidakbaikan dan menjadi negara damai.

Dalam acara itu, hadir pula bupati Kendal, Mirna Anisa. Ia memberi semangat kepada para santri terus menggelorakan akhlakul karimah.

“Santri Kendal harus menjadi pioner perubahan. Contohnya seperti mengubah makna negatif yang ada pada “jihad”. Jihad santri tidak boleh dimaknai dengan perbuatan yang mengancam nyawa sesama, seperti bom bunuh diri,” nasehat Mirna.

Anggaran untuk HSN

Ulil Amri, ketua PC Ansor Kendal, berharap, semoga pada tahun 2017 mendatang, pemerintah menganggarkan budget untuk khusus untuk perayaan HSN. Ia juga mengajak kepada seluruh santri di Kabupaten Kendal untuk berbuat sesuatu untuk perubahan kendal.

“Kita sebagai santri harus berkomitmen mendorong Kendal ke arah yang lebih baik. Bukan Kendal yang membangun santri, tetapi santri lah yang harus membangun daerah ini,” papar Ulil. (Mustofa/Zubair)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here