FUSPAQ Kangkung Mulai Kembali Anjangsana

0
102

Kangkung, pcnukendal.com – Setelah terhenti akibat pandemi Covid-19, Forum Ukhuwah Silaturrahim Pendidikan Alquran (FUSPAQ) Kecamatan Kangkung memulai kembali pertemuan rutin anjangsana, Minggu (27/9) di TPQ NU 14 Syafi’iyah Salafiyah Desa Gebanganom Wetan.

“Organisasi dan lembaga lain di Kecamatan Kangkung telah memulai aktivitas kegiatannya, melihat hal itu pengurus FUSPAQ Kecamatan Kangkung sepakat untuk memulai juga kegiatan anjangsana,” tutur Ketua FUSPAQ Kecamatan Kangkung Achmad Roziqin.

Anjangsana yang dihadiri seluruh guru TPQ Kecamatan Kangkung itu, diisi pembinaan oleh pengurus FUSPAQ Kabupaten Kendal. Pembinaan pertama disampaikan Akhmad Masduki. Ia mamaparkan 8 standar pendidikan yang meliputi standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian.

“Kita harus muhasabah apakah 8 standar ini sudah terpenuhi dalam pengelolaan TPQ sehingga TPQ dinilai berkualitas dan diperhitungkan untuk memperoleh anggaran pendidikan, karena itu Guru TPQ harus pernah belajar manajemen,” tuturnya.

Lebih lanjut Akhmad Masduki mengajak para guru TPQ memberikan teladan yang baik dalam sikap dan kepribadian selain penguasaan ilmu yang diajarkan. “Minimal berbahasa dengan baik, membiasakan memakai boso kromo, dan mengajarkan sopan santun,” imbuhnya.

Pembinaan kedua disampaikan Abu Suyudi. Ketua I FUSPAQ Kabupaten Kendal ini menyampaikan pentingnya pengelolaan data TPQ. Karena pengambilan kebijakan dan keputusan akan berbasis pada data. Ia juga berpesan agar masing-masing lembaga pendidikan Alquran yang telah mempunyai gedung juga memiliki sertifikat tanah. Karena hal itu dapat mempermudah sebagai syarat dalam pengajuan dana hibah lembaga keagamaan.

Dijelaskan Abu Suyudi bahwa TPQ memiliki kelebihan karena kurikulum TPQ hanya fokus pada pelajaran pokok dan pelajaran penunjang. Pelajaran pokok meliputi beberapa jilid kitab, ghorib dan tajwid, sedangkan pelajaran penunjang diantaranya berupa doa harian, praktik salat, dan menulis arab.

“Kitab perjilid, kitab penunjang dan alat peraga sudah disediakan oleh FUSPAQ Cabang, silakan dipergunakan dalam pembelajaran. Sebelum pembelajaran secara individual, sebaiknya dimulai dengan klasikal terlebih dahulu, karena pembelajaran klasikal itu sangat penting,” ujarnya. (Muf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here