FIRASAT : MELIHAT DENGAN MATA BATIN

1
512

PENGERTIAN FIRASAT
Firasat ialah perasaan atau gerakan hati atau batin yang benar dan tepat karena mendapat bimbingan dari Allah. Bimbingan itu oleh Allah diletakkan di hati orang mukmin yang bersih dan jernih. Sabda Rasulullah :

اتقوا فراسة المؤمن ، فإنه ينظر بنور الله

“Takutlah kamu akan firasat orang mukmin karena ia memandang dengan cahaya Allah.” (Hadis Riwayat At Tarmizi).
Allah berfirman :

إن في ذلك لآيات للمتوسمين

“Sesungguhnya pada peristiwa itu terdapat tanda- tanda bagi Al Mutawassimin (QS Al Hijr : 75).
“Al Mutawasimin” menurut pengertian ulama adalah orang-orang yang mempunyai firasat, yaitu mereka yang mampu mengetahui suatu hal dengan mempelajari tanda-tandanya.

BASHIRAH
“Cahaya Allah” itu dinamakan “Bashirah” (penglihatan batin atau mata batin). Bashirah itu akan memancarkan ilmu yang disebut dengan “Firasat”. Ilmu tersebut akan terpancar di hati mukmin yang bersih dan jernih karena banyak berfzikir atau banyak berfikir. Ilmu itu terkadang disebut “Kasyaf” (tersingkapnya hijab), yang terkadang disebut “Mukasyafah”, pelakunya disebut “Mukasyaf” (orang yang hatinya dapat melihat hal yang ghaib).

HIJAB
Hijab adalah tabir yang menjadi penghalang pada mata batin untuk melihat alam ghaib atau rohaniah itu. Tabir-tabir penghalang itu adalah hawa nafsu (syahwat) dan sifat-sifat mazmumah. Apabila tabir-tabir itu sudah tersingkap, maka hati menjadi putih bersih. Sehingga mata batin mampu melihat makhluk-makhluk Allah yang pelik-pelik di alam yang bukan alam benda atau material ini, seperti melihat alam jin, alam malakut dan alam barzakh, juga dapat melihat sifat batin manusia.
Oleh karena itu, ilmu firasat itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang jernih hatinya dan selalu istikomah dalam ibadah serta berpegangan kepada syariat. Jika ada orang ahli maksiat atau bukan ahli ilmu pencerahan hati yang tidak berpegangan kepada syariat, mengaku bisa melihat hal yang ghaib, maka ilmu orang itu disebut Kahanah (perdukunan) yang berasal dari jin atau syetan.

FIRASAT ULAMA
1. Ketika Imam Syafii bertemu gurunya Imam Malik bin Anas untuk  yang pertamakali, Imam Malik berkata: “Hai Muhammad, Alloh telah meletakkan nur ilmu di dalam hatimu. Maka janganlah kamu memadamkannya dengan melakukan maksiat kepada-Nya”. Ucapan itu pertanda bahwa Imam Malik dengan firasatnya telah mengetahui bahwa Imam Syafii adalah calon ulama besar di masa yang akan datang. Dan firasatnya itu benar dan terbukti, satelah Imam Malik meninggal, Imam Syafii benar-benar menjadi kiblat bagi para ulama pada saat masih hidup dan sesudah wafat, hingga pengaruhnya menyebar ke seluruh pelosok dunia Islam. Dan Imam Syafii tercatat sebagai murid yang bisa melebihi gurunya.
2. Imam Syafii bersama teman dan sekaligus gurunya, Imam Muhammad bin Al-Hasan As-Syaibani, sedang beristirahat di Al-Masjid Al-Haram seusai melakukan umroh. Pada saat bersamaan datanglah sesorang di bagian masjid yang tidak jauh dari tempat keduanya beristirahat. Lalu Imam Muhammad berkata dalam rangka berfirasat terhadap orang yang datang itu :

“Aku berfirasat orang ini punya pekerjaan tukang kayu”. Imam Syafii menimpali : “Aku berfirasat orang ini punya pekerjaan tukang pande besi”. Imam Muhammad berkata : “Ayo kita tanya dia, apa pekerjaannya, sehingga jelas firasat yang tepat!”. Imam Syafii : “Silahkan!”. Setelah kedua imam itu bertanya, orang itu menjawab : “Dulu saya bekerja sebagai tukang kayu, sekarang saya bekerja sebagai tukang pande besi”. Dengan demikian firasat keduanya benar, tidak ada salah satu yang salah.
Para nabi, para sahabat Nabi, para ulama, para auliya dengan kekuatan bashirah dan ketebalan ilmu firasat dapat melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat orang lain, karena kejernihan hati mereka. Semoga cahaya ilmu mereka mengemanasi atau melimpah kepada kita. Amien.
(MD Royyan).

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here