FASAKH NIKAH KARENA SUAMI GILA

0
213

A. Pertanyaan :

Sdr. Suradi dari Gemuh bertanya :
Seorang perempuan dinikahi oleh lelaki dari luar kecamatan. Setelah selesai akad nikah, ketahuan bahwa lelaki itu ternyata mengidap penyakit gila, maka perempuan itu ingin membatalkan pernikahan. Bolehkan istri melakukan fasakh nikah karena suami gila?. Apakah istri tersebut berkewajiban mengembalikan maskawin apabila pernikahan dibatalkan?

B. Jawaban :

Fasakh (pembatalan) nikah boleh dilakukan apabila salah satu dari dua penganten mempunyai cacat yang dianggap dapat membatalkan nikah.
Penyakit gila merupakan salah satu dari sekian banyak cacat yang dapat membatalkan nikah, setingkat dengan cacat-cacat lain yang menjadi alasan dapat dibatalkannya nikah. Apabila suami ternyata mengidap penyakit gila, maka istri boleh mengupayakan fasakh nikah dengan cara-cara sebagai berikut :
1. Istri tersebut melapor kepada hakim.
2. Jika melapor kepada hakim menemui kesulitan, maka supaya melapor kepada muhakkam (hakim sementara) yang diangkat atau ditunjuknya.
3. Jika hakim atau muhakkam atau orang yang ahli di bidang itu sudah melakukan itsbat (penetapan) tehadap kegilaan suami, maka istri memfasakh pernikahan dirinya.

Adapun masalah maskawin, maka istri tersebut berkewajiban mengembalikan seluruh maskawin kepada suami, karena pembatalan nikah bermula dari pihak istri, dengan syarat belum terjadi dukhul (suami memasukkan alat vitalnya ke dalam alat vital istri).

C. Referensi :

١. كفاية الاخيار ص ٣٦ : ولأن النكاح عقد معاوضة قابل للرفع فجاز رفعه بسبب العيوب المؤثرة في المقصود كالبيع ولا فرق في الجنون بين المطبق والمتقطع سواء كان يقبل العلاج أم لا ولا يلحق به الاغماء إلى أن يزول المرض وبيقى زوال العقل وبالجملة فهذه العيوب سبعة : ثلاثة يشترك فيها الزوجان وهي الجنون والجذام والبرص واثنان يختصان بالزوج وهما الجب والعنة واثنان يختصان بالمرأة وهما الرتق والقرن ويمكن حصول خمسة في كل الزوجين كما ذكره الشيخ رحمه الله تعالى

٢. فإن كانت الفرقة التي حصلت بين هذا الرجل وبين زوجته طلاقا، وكان قبل الدخول أو الخلوة الصحيحة، فإن المهر يتنصف بينهما إلا أن يعفو أحدهما عن نصفه للآخر، والمقصود بالمهر جميعه مقدمه ومؤخره، وعليه فمن حق المرأة في هذه الحال عشرة آلاف؛ لأن ما ذكرته يقتضي أن صداقها عشرون ألفا. وما دامت قبضت أربعة فقد بقي لها ستة آلاف، إلا إن تعفو للزوج عن شيء. أما إن كانت الفرقة فسخا ، فينظر إلى سبب الفسخ فإن كان من جهة المرأة فلا حق لها في نصف المهر ، وفي هذه الحال يكون عليها أن ترد الأربعة آلاف للزوج لا غير . أما إذا كان الفسخ بسبب الزوج كردته أو خلعه فعليه نصف المهر كله.

(Muhammad Danial Royyan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here