Ekspresi Cinta Sang Kapten untuk Yatama

0
192

Suasana haru menggelayut tiba-tiba usai kegiatan santunan yatim piatu dan launching biro perjalanan umroh dan haji PAC GP Ansor Rowosari, Minggu siang (15/9) di Graha Ansor Rowosari.

Setelah acara ditutup dengan mauidhoh hasanah dan pembacaan do’a oleh KH. Muhammad Yusuf Agus Suswanto, tiba-tiba seorang Kapten meminta kepada panitia untuk memanggilkan semua yatim piatu yang baru saja disantuni.

Anak-anak yatim piatu pun berkumpul berdiri di panggung utama. Sang Kapten meminta foto bersama dengan mereka yang rata-rata seusia Sekolah Dasar itu. Kemudian, ia mengambil posisi di depan dan mengajak kaum yatama itu untuk duduk bersama seraya memberi isyarat kepada panitia agar mengambilkan microphone pertanda ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.

Bergegas panitia mengambilkan microphone dan diberikan kepadanya. Dengan mantap Sang Kapten memegangnya, pertanda siap menyampaikan pesan-pesan tertentu dengan posisi duduk bersila. Sebelum menyampaikan sambutannya, Sang Kapten memandang satu persatu anak yatim yang duduk berjajar layaknya shof dalam sholat.

Syahdan, suasana tiba-tiba sunyi. Wajah Sang Kapten tiba-tiba merunduk memerah. Tak lama kemudian air mata tercucur dengan isak tangis tak terbendung lagi. Semua yang hadir ikut tertunduk haru melihat aksi Sang Kapten yang sungguh di luar agenda kegiatan panitia.

Dia adalah Kapten Infanteri Sardi, Komandan Rayon Militer Rowosari. Ndan Sardi, begitu sahabat-sahabat Ansor memanggilnya, dikenal sebagai orang yang tegas dan disiplin. Dia sangat menghargai waktu. Tak heran ketika diundang pada kegiatan, dirinya selalu hadir tepat waktu. Hampir setiap undangan PAC Ansor Rowosari yang dilayangkan kepadanya selalu hadir. Termasuk kegiatan santunan yatim piatu kali ini.

Namun dibalik ketegasan dan kedisiplinannya, ternyata ndan Sardi memiliki rasa sayang dan cinta kepada anak yatim piatu yang sangat tinggi. “Saya ada sedikit rezeki dan sengaja datang ke sini untuk memberikan santunan kepada yatim piatu,” sambut beliau dengan nada patah-patah dan cucuran air mata sambil mengeluarkan puluhan amplop dari tas yang sudah disiapkan dari rumah.

Dua puluh satu yatim piatu yang hadir satu persatu diusap kepalanya, dicium kedua pipinya dengan keadaan masih menangis dan cucuran air mata. Tak lupa dirinya memberikan amplop kepada mereka. Usai menyerahkan amplop, ndan Sardi membopong salah satu yatim yang masih seusia taman kanak-kanak dan memeluk erat layaknya anak sendiri.

“Saya berpesan kepada sahabat-sahabat Ansor, jika ada kegiatan santunan lagi, tolong saya dikabari,” tambahnya.

Rasa haru menyelimuti hadirin termasuk pengurus Ansor Rowosari. “Saya tidak kuat menahan air mata, ternyata ndan Sardi memiliki rasa cinta yang sangat besar kepada anak yatim. Ini sungguh di luar rencana panitia,” terang ketua PAC Ansor Rowosari, M Abdul Azis.

Rasa mencintai dan menyayangi terhadap sesama terutama untuk yang lemah dan yatim piatu perlu ditingkatkan. Dengan ini, rasa empati kepada kaum tak berpunya akan semakin terasah sehingga hubungan kemanusiaan semakin kokoh dan tidak mudah terpecah belah. Sikap mencintai kaum yatama Kapten Infanteri Sardi, Komandan Rayon Militer Rowosari patut diteladani bagi generasi masa kini dan yang akan datang.

Sis Maula

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here