DUKUN, DEFINISI DAN CIRI-CIRINYA

0
363

Definisi Dukun
Dukun (kahin) adalah orang yang mengaku mengetahui ilmu gaib dan memberikan kabar kepada manusia tentang kejadian yang ada di alam semesta. Di kalangan orang-orang Arab dahulu banyak dukun yang mengklaim diri mengetahui banyak perkara gaib.
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al- Asqolani mengatakan, “Al-kahanah (perdukunan) ialah pekerjaan mengaku tahu tentang ilmu gaib seperti mengabarkan tentang apa yang akan terjadi di muka bumi dengan bersandar kepada sebab tertentu yang berasal dari informasi jin yang mencuri kabar langit dari perkataan malaikat kemudian hasilnya disampaikan ke telinga dukun.”
Dalam praktiknya, para petualang dunia klenik dan dukun mempunyai aneka ragam sebutan yang berbeda-beda di setiap daerah dan negara, ahli metafisika menurut ilmiahnya, paranormal menurut istilah media, dukun menurut istilah kampungnya, orang pintar menurut istilah orang bodohnya, kiai karomah menurut kaum ilmuwan Islamnya, orang tua menurut kaum abangan, kiai khos menurut istilah santrinya, atau wali berkaromah menurut istilah tasawufnya. Nama boleh saja berbeda-beda, namun hakikatnya sama, sama-sama menyimpang dan merusak aqidah yang benar.

Ciri Ciri Dukun
Agar masalah ini semakin jelas dan orang orang-orang awam tidak mudah terkecoh, maka perlu disampaikan secara detail ciri-ciri dukun sehingga kita bisa selamat dari tipu muslihat mereka. Tanda-tanda dukun yaitu:
1. Suka menanyakan nama pasien, tanggal lahir, dan nama orang tuanya.
2. Suka mengambil sesuatu yang bisa dipakai pasien, seperti baju, peci, sapu tangan, dan lain-lain.
3.Terkadang meminta binatang dengan sifat-sifat tertentu untuk disembelih, kadang darahnya dioleskan kebagian-bagian tubuh yang sakit, atau dibuang ke sungai, laut, atau tempat angker. Suka menulis rajah-rajah atau memberikan jimat-jimat.
4. Meminta pasien untuk membaca do’a-do’a atau mantra-mantra dalam waktu khusus dan jumlah tertentu.
5. Menyuruh pasien untuk memberikan sesaji berupa makanan atau minuman sebagai kelengkapan dari ritual yang harus dijalaninya.
6. Membaca mantra-mantra atau huruf rajah yang susah dipahami maknanya.
7. Memberikan bungkusan jimat atau tumbal kepada pasien yang berisi huruf dan angka-angka.
8. Kadang menyuruh untuk menjauhi manusia beberapa waktu dengan menyepi dan mengurung diri dalam kamar yang gelap yang disebut oleh orang awam sebagai hujbah, semedi, atau bertapa.
9. Kadang minta pasien untuk tidak menyentuh air selama beberapa hari, biasanya 40 hari.
10. Memberikan sesuatu kepada pasien untuk ditanam di dalam tanah.
11. Memberikan lembaran kertas kepada pasien untuk dibakar, lalu asapnya dipakai untuk mengasapi dirinya atau diseduh dalam air kemudian diminta untuk meminumnya.
12. Berkomat-kamit ketika membaca mantra atau do’a-do’a dengan bahasa yang tidak bisa dipahami.
13. Terkadang memberi tahu pasien tentang namanya, kampung halamannya, atau kesulitan yang dihadapi sebelum si pasien memberitahukannya.
14. Terkadang menuliskan huruf-huruf untuk si pasien di atas kertas hijib untuk dimasukkan ke dalam bejana putih berisi air, kemudian meminumnya.

Perbedaan antara Perdukunan Sihir dan Karomah

Para dukun dan tukang sihir banyak yang menampakkan aksi-aksi luar biasa, yang disiarkan di media massa dan layar kaca yang disaksikan oleh banyak penonton setia. Sebagian orang karena kejahilan tentang agama menilai hal itu sebagai karomah padahal hal itu adalah sihir dan penipuan yang amat nyata.
Memang, antara karomah dan sihir ada kemiripan dari sisi sama-sama keluarbiasaan dan kedigdayaan. Namun, harus diingat bahwa kedigdayaan dan keluarbiasaan yang muncul pada seseorang tidak mesti menunjukkan kebaikan. Akan tetapi, kebaikan seseorang harus diukur dengan barometer syari’at. Tidakkah engkau lihat bahwa Dajjal juga memiliki keluarbiasaan, tetapi apakah hal itu menunjukkan dia shalih dan baik?!!

Jadi, dalam hal ini harus dibedakan antara karomah dan istidraj. Karomah adalah keluarbiasaan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa. Adapun kedigdayaan yang muncul dari orang yang menyimpang, penyihir, dan para Dajjal, maka hal itu disebut istidraj dan tipu daya Iblis.

Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad berkata dalam syair :

إِذَا رَأَيْتَ شَخْصًا قَدْ يَطِيْر
ُ   وَفَوْقَ مَاءِ الْبَحْرِ يَسِيْرُ

وَلَمْ يَقِفْ عَلَى حُدُوْدِ الشَّرْعِ
 فَإِنَّهُ مُسْتَدْرَجٌ بِدْعِيْ

Bila engkau melihat orang dapat terbang

Dan dapat berjalan di atas lautan

Sedangkan dia tidak mentaati hukum hukum syar’i

Maka ketahuilah bahwa dia adalah ahli bid’ah yang diistidraj.

Jadi, sehebat apa pun kejadian luar biasa yang dipertontonkan para dukun tidak bisa dikatakan sebagai karomah dan pelakunya tidak bisa dikatakan sebagai wali Allah, sebab banyak perbedaan antara sihir dan perdukunan dengan karomah:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “من أتى كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما انزل على محمد”

Rasululoh SAW bersabda : “Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya maka dia telah kufur terhadap apa (al-Qur’an) yang telah diturunkan kepada Muhammad”.

Sihir dan perdukunan terjadi dengan bantuan setan, sedangkan karomah biasanya dari Alloh. Sihir dan perdukunan itu dilakukan orang fasik, sedangkan karomah dari orang shalih yang konsisten dalam beragama. Ahli sihir dan perdukunan melakukan pelanggaran-pelanggaran syari’at berupa kekufuran dan kejahatan, sedangkan ahli karomah tidak mungkin demikian. (MD Royyan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here