Dosen UNDIP Latih Calon Jurnalis NU

0
145

Kendal, pcnukendal.com – Pelatihan Jurnalistik ke-2 yang kembali digelar PC Lembaga Dakwah Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kendal di Gedung PC NU Kendal Sabtu (27/06) pagi berjalan dengan sukses.

Pelatihan yang menggandeng Tim Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang itu menghadirkan 3 narasumber, yaitu KH. Muzakka Mussaif, M.Hum. (Ketua PC LDNU Kendal), Dr. Suyanto, M.Si., dan Drs. Suharyo, M.Hum. Ketiganya adalah dosen Fakultas Ilmu Budaya UNDIP.

Acara diikuti oleh 20 peserta yang merupakan perwakilan dari MWC NU di seluruh Kabupaten Kendal dan disiarkan secara online melalui akun NU Kendal Online. 

Diusia NU Kendal Online (NUKO) yang baru satu tahun, acara ini merupakan langkah strategis dalam rangka menggali dan mengembangkan potensi bakat yang dimiliki tiap-tiap kecamatan di kabupaten Kendal terutama di bidang jurnalistik. Melalui pelatihan itu diharapkan dapat melahirkan calon-calon jurnalis  unggul yang dapat menjadi kontributor berita, penulis artikel, esai, opini untuk mengembangkan laman web pcnukendal.com.

Acara disambut hangat oleh sekretaris PC LDNU Hj. Luthfiyah, M.S.I, dan Drs. Suharyo, M.Hum selaku perwakilan dari Tim UNDIP. Meski tidak hadir secara langsung, Suharyo melalui teleconference sangat antusias memberikan motivasi kepada para peserta untuk semangat menghasilkan karya tulis dengan tetap berpegang pada kaidah-kaidah ahlussunah wal jamaah an-Nahdliyah. Ia berharap dengan berita-berita dan konten yang baik dapat menepis berita-berita hoax dan konten lain yang sering mengatasnamakan agama.

Muzakka Muassif, mengawali pelatihan dengan membawakan materi  dasar-dasar ilmu jurnalistik. Menurutnya, diantara poin penting dalam penulisan berita adalah membuat perencanaan tulisan, yaitu memetakan terlebih dahulu 5W+1H atas suatu peristiwa/kejadian, kemudian baru menuliskan berita itu dengan menggunakan bahasa secara efektif dan efisien. Setelah itu tulisan harus dibaca ulang atau merevisinya hingga tulisan menjadi baik.

Sementara, pemateri kedua Suyanto, lebih fokus pada penyuntingan naskah. Ia menyampaikan aspek kebahasaan dan trik-trik menyunting teks sehingga suatu tulisan berita dapat dikatakan rapi dan runtut.

Setelah penyampaian materi oleh narasumber, acara dilanjutkan diskusi dan praktik yang dipandu oleh H. Fathurrohman, S.H, M.E. (Ivan/Mf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here