Dilantik, PAC IPNU-IPPNU Sukorejo Prioritaskan Program Pengkaderan

0
45

Sukorejo, pcnukendal.com – Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Sukorejo periode 2021-2023 yang dinahkodai Fery Aji Aprilian dan Rani Saidah resmi dilantik, Sabtu (20/2).

Pelantikan digelar di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin Wonorojo Desa Tamanrejo Kecamatan Sukorejo. Turut hadir Rois Syuriyah MWC NU Sukorejo KH. Ibadi, Ketua MWC NU Fahroji, pengasuh Ponpes Roudhotut Tholibin KH  Mastur Suhri, Ketua PR NU Desa Tamanrejo Masyhuri, dan segenap pembina PAC IPNU-IPPNU Sukorejo.

Acara pelantikan dipimpin Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kendal, Atho’illah Al- Farid dan Ketua PC IPPNU Kendal Dwi Sura Aprilia. Pada Pelantikan ini sekaligus dilaksanakan Rapat Kerja Anak Cabang (Rakerancab) hingga Minggu (21/2).

“Setelah pelantikan dilanjutkan rapat kerja untuk membahas program apa saja yang akan dijalankan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Sukorejo selama satu tahun mendatang,” tutur Ketua PAC IPNU Sukorejo, Fery Aji Aprilian.

Fery berharap kegiatan yang mengusung tema “Ghiroh Pelajar dalam Realisasi Karya Nyata” ini dapat menjadi momentum bangkitnya IPNU-IPPNU Sukorejo mulai Anak Cabang hingga tingkatan ranting. Harapnya pula, seluruh pengurus dapat solid dan kompak dalam menjalankan tugas hingga akhir masa khidmat.

Terkait program kerja pada tahun pertama, Fery akan memprioritaskan kegiatan pengkaderan serta mengoptimalkan peran dan kegiatan di tingkat ranting. Sedangkan pada ranting yang sudah tidak aktif akan dihidupkan kembali dengan membentuk pengurus ranting.

“Mencetak kader IPNU-IPPNU sebagai garda terdepan NU yang beranggotakan para pelajar sangat penting untuk meneruskan perjuangan Nahdlatul Ulama dengan menanamkan nilai-nilai ahlussunah wal jamaah,” ungkapnya.

Program tersebut didukung Ketua MWC NU Sukorejo, Fahroji. Ia berpesan agar IPNU-IPPNU Sukorejo fokus pada pengkaderan, karena hal itu akan menjadi pondasi awal pada  jenjang pengkaderan berikutnya. 

“Program pengkaderan adalah program yang kurang populis namun sangat penting untuk masa depan. Ibarat orang menanam bijinya harus ditimbun tanah tidak ada yang tahu  namun setelah tumbuh dan muncul ke permukan akarnya dipastikan sudah kuat mencengkeram dalam tanah,” tutur Ketua MWC NU Sukorejo. (Abdul Malik/Muf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here