DEKADENSI MORAL DAN FENOMENA LGBT DI TENGAH TEKNOLOGI

0
133

Oleh : Ahmad Mulazim S.Ag.

Sebagaimana kita mafhum bersama bahwa dampak kemajuan sains dan teknologi yang terjadi saat ini sangat mempengaruhi pada pola perilaku manusia terutama generasi muda. Jika globalisasi dan kemajuan itu memberikan pengaruh yang positif, maka masalah tinggal bagaimana memanfaatkan kemajuan-kemajuan yang ada dalam menata kehidupan generasi muda. Akan tetapi jika kemajuan itu justru memberi pengaruh yang negatif, maka persoalan ini tidak sederhana dibayangkan, bahkan dapat dikatakan bahwa kemajuan selain dapat menjadi rahmat pada generasi muda dan dapat pula menjadi petaka.

Dekadensi moral yang terjadi sekarang ini menurut penulis disebabkan oleh faktor keadaan, yakni: Pertama, kualitas diri pribadi generasi muda itu sendiri, seperti perkembangan emosional yang kurang bahkan tidak sehat, mengalami hambatan dalam perkembangan hati nurani yang bersih dan agamis, ketidakmampuan mempergunakan waktu luang secara tidak sehat dan ekonomis, kelemahan diri dalam mengatasi kegagalan dengan memilih kegiatan alternatif yang keliru dan pengembangan kebiasaan dari yang kurang dan bahkan tidak sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, kualitas lingkungan keluarga dan masyarakat seperti rumah dan keluarga dengan situasi yang gersang dari rasa kasih sayang dan pengertian. Efek lemahnya pengawasan orang tua dalam mendidik anak, terkadang menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Sebagai contoh, perilaku manusia yang menuntut dilegalkannya perkawinan sesama jenis atau dikenal LGBT.

Secara normatif, moralitas diwajibkan sebab tanpa moralitas seseorang sulit tumbuh menjadi seorang individu manusia yang dapat menyempurnakan diri terus-menerus. Dari sisi ini, moralitas adalah prinsip yang harus dijalankan tanpa tawar-menawar agar seseorang dapat menjadi manusia sejati.

Wacana pernikahan kaum LGBT (Lesbian, gay, biseksual, dan transgender) yang menuntut untuk dilegalkan menjadi perhatian dunia. Padahal, perilaku LGBT sudah jelas dilarang agama dan pernah mendatangkan bencana pada kaum Nabi Luth AS. Hal dasar dilegalkannya pernikahan sesama jenis di Amerika dan beberapa negara di Eropa yakni hak asasi manusia dan kesamarataan atas hak setiap warga negaranya. Kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender adalah manusia yang sama dengan manusia lainnya yang dianggap normal. Oleh karena itu, mereka perlu dilindungi hak asasi manusianya dimana kaum LGBT berhak bebas dari perlakuan tidak sama atau perlakuan tidak adil. Inilah merupakan kecelakaan dalam sejarah peradaban manusia di era modern.

Penikahan sesama jenis oleh kaum LGBT pada hakikatnya telah menelanjangi kodrat manusia yang diciptakan berpasang-pasangan antara laki-laki dan perempuan, kemudian menikah sesuai aturan agama dan negara agar kelestarian generasi manusia dapat tercipta di masa depan. Akan tetapi jika pernikahan sesama jenis yang saat ini menggemuruh di seluruh belahan dunia, adalah suatu petanda kemunduran atau kedangkalan cara berpikir manusia diluar akal sehat yang selama ini menjadi potensi manusia sejak lahir dalam membangun peradabannya.

Ada beberapa alasan mengapa penulis  perlu menolak LGBT, antara lain: Pertama, hubungan sesama jenis dilarang oleh agama dan tergolong dosa besar. Hal ini telah diatur dalam kitab di semua agama, dan setiap orang pasti memiliki tafsiran atau pemahaman yang berbeda-beda akan hal tersebut; Kedua, manusia diciptakan berpasang-pasangan oleh Allah (Tuhan), sudah seharusnya kita sebagai manusia mengikuti aturan tersebut dan tidak bertindak melawan kodrat.

Orang yang tergolong dalam LGBT merupakan mereka yang melakukan penyimpangan dan upaya perlawanan terhadap Tuhan; Ketiga, LGBT merupakan penyakit dan digolongkan dalam gaya hidup yang tidak sehat. Pengaruh lingkungan yang buruk sangat menentukan perilaku tersebut.

Keempat, bencana alam semakin hari semakin banyak terjadi dan merupakan tanda-tanda berakhirnya zaman, seiring dengan semakin banyaknya orang yang menyatakan dirinya bagian dari LGBT, apalagi dengan maraknya pernikahan sesama jenis.(oji)

Penulis adalah aktivis NU dan Pemerhati Sosial, tinggal di Ringinarum

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here