Dalam Masa Cemerlang, NU Kecamatan Kendal Akan Gelar Konferensi

0
56

Kendal, pcnukendal.com – Bertempat di kediaman M Izudin, Kamis (13/06) berlangsung rapat pembentukan panitia konferensi MWC NU Kendal.

Rapat ini dilaksanakan mengingat kepengurusan MWC NU Kendal telah habis masa khidmatnya pada tahun 2018, namun konferensi baru dapat dilaksanakan di tahun 2019. Mundurnya pelaksanaan konferensi itu disebabkan beberapa kesibukan para pengurusnya.

Rapat dipimpin oleh Ansori, Sekretaris MWC dan dihadiri pengurus MWC, Ansor, Lazisnu dan beberapa Pengurus Ranting NU.

Pada rapat itu disepakati konferensi akan dilaksanakan pada 7 Juli 2019 mendatang di SMK NU 1 Kendal. Umar Kholil ditunjuk sebagai ketua panitia konferensi.

M Izudin, Ketua MWC NU Kendal mengapresiasi kebangkitan NU di kecamatan Kendal. ia melihat banyak kader-kader muda NU bermunculan di MWC NU yang ia pimpin.

“Saya lihat bersemangat dalam menjalankan kegiatan ke-NU-an. Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU harus semakin solid dan kompak,” ungkapnya.

Diketahui, saat ini NU Kecamatan Kendal sedang dalam masa cemerlangnya. Dari 20 kelurahan yang ada di kecamatan Kendal, 14 kelurahan telah membentuk kepengurusan Ranting NU. Yakni Kebondalem, Trompo, Jetis, Candiroto, Sijeruk, Bandengan, Banyutowo, Ngilir, Bugangin, Langenharjo, Ketapang, Jotang, Sukodono dan Karangsari.

Di kecamatan Kendal juga telah berjalan UPZIS NU-Care LAZISNU yang sering melakukan berbagai kegiatan untuk memberikan kesejahteraan bagi umat terlebih kaum duafa dan warga yang terkena musibah.

Beberapa waktu yang lalu IPNU-IPPNU Kecamatan Kendal juga telah melaksanakan konferensi, salah satu hasilnya terpilih Sirin dan Ulyatun Najikhah sebagai nahkodanya.

Kecemerlangan lainnya dapat dilihat dari PAC GP Ansor Kendal di bawah pimpinan Asmanto yang telah sukses menggelar Diklatsar beberapa waktu lalu dengan peserta terbanyak. Pada Diklatsar tingkat Kabupaten itu, 289 kader ditempa menjadi Banser tangguh.

Selain itu, para pemudi NU yang tergabung dalam PAC Fatayat NU Kendal, di bawah kepemimpinan Siti Muniroh juga telah mampu mempertahankan tradisi Anjangsana. Tradisi pertemuan setiap selapan sekali itu menjadi program kegiatan dan telah dilakukan secara rutin. (Nia/Mufty)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here