CERITA ABUYA KH AHMAD ABDUL HAMID DITILANG POLISI

1
868

Ketika menjadi Rois Syuriyah PWNU Jawa Tengah merangkap ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah pada tahun 1990-an dan sekaligus penasehat Gubernur Jawa Tengah, Ismail, K.H. Ahmad Abdul Hamid menolak untuk menggunakan mobil dinas (plat merah) yang diberikan Pemda Provinsi. Hal itu dilakukan karena sifat kesederhanaan dan kesahajaannya atau sifat zuhud. Sehingga setiap berangkat ke kantor MUI di Semarang, K.H. Ahmad memilih naik bis Curugsewu Jaya jurusan Sukorejo – Semarang dengan berdiri bergelantungan dan berdesakan dengan penumpang yang lain. Bahkan pernah ketika bis yang ditumpanginya ditilang dan polisi memerintahkan semua penumpang supaya turun, beliaupun ikut turun dari bis sebagaimana para penumpang yang lain.

Pada saat Polda Jateng mengadakan HUT Bhayangkara, K.H. Ahmad sebagai ketum MUI diundang dan diminta untuk menyampaikan sambutan. Tetapi beliau datang telambat, karena bis yang ditumpanginya ditilang polisi di Brangsong. Ketika sampai di lokasi acara, beliau diminta naik podium dan dalam sambutannya menyampaikan : “Yang terhormat Bapak Kapolda, saya tidak terbiasa datang terlambat dalam menghadiri sebuah acara, tetapi sekarang ini saya terlambat, karena bis yang saya tumpangi tadi ditilang polisi. Mau menghadiri undangan polisi kok ditilang polisi”. Mendengar itu, Kapolda dan semua yang hadir tertawa terpingkal-pingkal. Karena merasa tidak enak kepada kiai sepuh, Kapolda memerintahkan stafnya untuk mengusut polisi yang menilang bis Curugsewu Jaya yang ditumpangi K.H. Ahmad. Setelah diusut atasan, polisi yang menilang bingung atas kejadian itu, karena dia tidak tahu kalau di dalam bis ada K.H. Ahmad yang hendak menghadiri undangan Mabes Polda. Dia menilang karena bisnya memang salah. Tetapi untuk menghormati atasan dan kiai sepuh, polisi itu meminta maaf, dan iapun dimaafkan.

Abuya Ahmad adalah kiai besar yang telah memperlihatkan keteladanan kepada para pengikutnya dengan sifat Qana’ah, Sahaja, Wirai, Zuhud, Ikhlas dan sifat-sifat kemuliaan yang lain. Tapi di balik itu beliau memiliki sifat tegas, disiplin, cekatan, proaktif, kreatif, komunikatif dan kepemimpinan. Semoga kita semua bisa mencontoh kepadanya. Amiin.

Muhammad Danial Royyan

1 KOMENTAR

  1. kalo tidak salah sy jg masih seduluran dg KH Abdul Hamid Kendal, sy cucu dari H.Salim dan Hj.Mardhiyah Pusporaan Semarng, sy tinggal di Jakarta

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here