CARA MENGUCAP SALAM DALAM SHOLAT

0
60

I. Pertanyaan.
Sdr. H. Mulazim bertanya: saya bermakmum kepada imam yang ketika salam mengucap :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ada tambahan “wabarakatuh” tidak seperti lazimnya kaum muslimin yg tidak membaca tambahan itu. Bagaimana hukumnya, apakah sah?

II. Jawaban :
Ass. Bermakmum kepada orang tersebut hukumnya sah, meskipun kurang afdlol menurut madzhab syafii, karena mengucap salam itu memiliki banyak cara, yaitu sebagai berikut :

Cara Pertama:
Memalingkan wajah ke arah kanan dan kiri dengan mengucapkan: “Assalamua’alaikum warahmatullah”. Cara ini dilakukan dengan memalingkan wajah ke kedua arah tersebut sampai bagian pipi terlihat dengan jelas dari belakang.
Dalilnya adalah hadits Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, dia berkata:

أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يسلم عن يمينه وعن شماله حتى يرى بياض خده:  السلام عليكم ورحمة الله، السلام عليكم ورحمة الله

“Nabi صلى الله عليه وسلم mengucapkan salam ke arah kanannya dan ke arah kirinya sampai terlihat putih pipinya: “Assalamu’alaikum warahmatullah. Assalamu’alaikum warahmatullah.” [HR Abu Daud (996). Hadits shahih.]

Cara Kedua dan Ketiga:
Memalingkan wajah ke arah kanan dan kiri lalu mengucapkan: “Assalamua’alaikum warahmatullah wabarakatuh”.
Ataupun dengan cara memalingkan wajah ke kanan dengan mengucapkan: “Assalamua’alaikum warahmatullah wabarakatuh”, lalu berpaling ke arah kiri dengan mengucapkan: “Assalamua’alaikum warahmatullah” tanpa tambahan lafazh “wabarakatuh”.
Kedua cara di atas, sebenarnya landasannya adalah sebuah hadits yang sama, yaitu hadits Wail bin Hujr radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Abu Daud di dalam kitab As Sunan (997), dia berkata :

صَلَّيْت مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، وَعَنْ شِمَالِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

“Saya shalat bersama Nabi SAW, Beliau mengucapkan salam ke arah kanannya: ‘Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh’, dan ke arah kirinya: ‘Assalamu’alaikum warahmatullahi [wabarakatuh]’.”
Ada sedikit perselisihan di dalam masalah tambahan lafazh “wabarakatuh” pada salam kedua. Tambahan lafazh “wabarakatuh” pada salam yang kedua ternyata tidak tertulis pada sebagian besar naskah kitab Sunan Abi Daud yang beredar. Tambahan ini hanya tertulis pada salam yang pertama saja, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Mubarakfuri. Sedangkan pada sebagian naskah yang lain, tambahan ini disebutkan pada salam yang kedua. Oleh karena itulah ada sebagian ulama yang mengikuti tata cara yang pertama, seperti Ibnu Hajar, dll; dan ada pula yang mengikuti tata cara yang kedua, seperti Al Albani, dll. Wallahu a’lam bish shawab.

Cara Keempat:
Memalingkan wajah ke arah kanan lalu mengucapkan: “Assalamua’alaikum warahmatullah”, kemudian berpaling ke kiri dengan mengucapkan: “Assalamu’alaikum”.
Dalilnya adalah dari Wasi’ bin Habban, dia berkata :

قُلْتُ لِابْنِ عُمَرَ: أَخْبِرْنِي عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ كَانَتْ؟ قَالَ: فَذَكَرَ التَّكْبِيرَ كُلَّمَا وَضَعَ رَأْسَهُ وَكُلَّمَا رَفَعَهُ، وَذَكَرَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ عَنْ يَمِينِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ عَنْ يَسَارِهِ

“Saya bertanya kepada Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu: Beritahukanlah kepadaku tentang shalatnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم , bagaimanakah ia? Ibnu Umar menyebutkan bahwa Nabi  bertakbir setiap kali meletakkan dan mengangkat kepalanya; dan menyebutkan bahwa Nabi mengucapkan: “Assalamu’alaikum warahmatullah” ke arah kanannya, dan “Assalamu’alaikum” ke arah kirinya.” [HR Ahmad (5402). Hadits shahih.]

Cara Kelima:
Mengucapkan salam hanya satu kali saja, yaitu ketika memalingkan kepala ke arah kanan dengan mengucapkan: “Assalamu’alaikum”. Adapun ketika memalingkan kepala ke arah kiri, kita tidak mengucapkan apapun.
Dalilnya adalah hadits Aisyah radhiallahu ‘anha. Di antara isi hadits tersebut adalah bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلمmelaksanakan shalat malam delapan rakaat dan tidak duduk untuk tasyahud kecuali pada rakaat ke delapan, tetapi tidak salam. Lalu beliau berdiri menambah satu rakaat lagi, lalu bertasyahud, kemudian salam satu kali dengan mengucapkan: “Assalamu’alaikum” dengan suara yang keras sampai membuat kami terbangun. Demikian makna hadits Aisyah radhiallahu ‘anha. (MD ROYYAN).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here