BP3MNU Diresmikan Ketua LP Ma’arif Kendal.

0
928

Weleri pcnukendal.id – Pada Selasa (14/2), Badan Penyelenggara Pelaksana Pendidikan Muallimin Nahdhatul Ulama (BP3MNU) diresmikan. Acara itu bertempat di gedung SMP NU 01 Muallimin Weleri. Peresmian itu dibarengkan dengan rangkaian acara Hari Lahir Yayasan Pendidikan (YP) Muallimin yang ke 49. Ketua LP Ma’arif Kendal H.Moh. Ibnu Darmawan hadir meresmikan institusi tersebut.

BP3MNU merupakan suatu institusi yang menjadi payung penyelenggara YP Muallimin. Saat ini YP Muallimin sudah membawahi 5 sekolah/madrasah, yaitu; MTs NU 04, SMP NU 01, MA NU 02, SMA NU 03 dan SMK NU 06. BP3MNU terdiri dari badan pembina, pelaksana, dan pengawas. Dari unsur pembina diketuai H. Hasanudin, Sedangkan pelaksana, diketuai oleh H. Moh. Khaerudin.

Pelantikan tersebut dihadiri seluruh guru dan karyawan juga para pengurus NU tingkat ranting se-kecamatan Weleri, pengurus MWCNU Weleri, dan pengurus Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU dan IPPNU. Acara itu juga dihadiri sesepuh YP Muallimin, seperti, mantan kepala SMA NU 03 Muallimin H.Muslih Mahrus, mantan kepala MTs NU 04 Muallimin Abdul Mutholib, dan mantan guru bahasa jawa SMP NU 01 H. Sukisno Muallimin.

Dalam kesempatan itu, Khaerudin mempunyai misi menjadikan ke institusi pendidikan yang ada di bawah BP3MNU menjadi sekolah unggulan. Untuk itu, ia akan membuat jaringan online dengan target 10.000 anggota yang terdiri dari alumni beserta keluarganya, anak didik beserta keluarganya, dan para guru dengan keluarganya.

Adapun Ibnu Darmawan menekankan bahwa di antara program wajib sekolah yang ada di bawah naungan LP Ma’arif adalah mengadakan kegiatan solat Dhuhur berjama’ah. Tidak hanya itu, setiap guru harus memantau bagaimana solat siswa dan wudhu siswa, apakah sudah betul sesuai syariat atau belum. Ia juga menekankan, jangan sampai ada anak yang dalam teori solat dan wudhu tidak benar. Apalagi kalua sampai ada anak yang meninggalkan solat.

“Bagi sekolah/ madrasah yang belum memiliki musholla, bisa memakai ruang kelas untuk solat dhuhur berjama’ah,” tegas Ibnu.

Ibnu lalu menceritakan keadaan sekolah NU saat ini. NU secara kuantitas adalah organisasi yang diikuti oleh mayoritas masyarakat. Tapi, anehnya, banyak sekolah NU yang kekurangan siswa. Karena itu, harus dicari titik temu bagaimana hal itu bisa terjadi.

“Itu pekerjaan kita semua, baik warga NU, Sekolah atau Madrasah NU, maupun para aktifis NU yang lain,” tutur Ibnu. (Mahrus/Zubair)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here