Biar Miskin Asal Sombong

0
89

Oleh: Moh. Muzakka Mussaif

“Biar Miskin Asal Sombong”, Ungkapan ini sering kita dengar entah itu menyertai pembicaraan serius atau bercanda. Ungkapan itu secara logika jelas tidak masuk akal. Sebab, miskin itu adalah situasi atau suatu kondisi bagi orang yang tidak mampu mencukupi kebutuhan primernya. Lantas apa yang bisa disombongkannya?

Sifat sombong biasanya muncul pada orang yang punya kelebihan. Orang kaya bisa sombong karena hartanya. Orang berpangkat tinggi bisa sombong karena pangkatnya. Orang pandai bisa sombong dengan ilmunya. Orang tampan dan cantik bisa juga sombong dengan kelebihan parasnya. Lantas orang miskin bisa sombong dengan apanya?

Sifat sombong atau takabur itu termasuk karakter yang buruk (akhlaqul madzmumah). Mengapa? Pertama, sifat sombong itu adalah sifat Allah (kabir, akbar) sehingga jika sifat itu dipakai oleh hamba yang diberikan sedikit kelebihan oleh Allah, maka hamba itu sudah “keterlaluan”. Sebab, kelebihan yang ada padanya adalah sesuatu yang kecil, naif, dan bersifat sementara.

Kedua, sifat sombong ini juga bertentangan dengan sifat Sang Teladan umat, yakni Rasulullah SAW. Sebab, Rasulullah berkarakter rendah hati dan tidak sombong. Bahkan Rasulullah dalam kitab Barzanji Natsar pun disebutkan bersifat sangat pemalu dan tawadhu’ (syadiidal hayaa’i wattawaadhu’). Jadi, kalau ada umatnya baik yang awam atau pun yang alim berwatak sombong, maka hal itu menentangi sifat Rasulullah SAW.

Terkait dengan sifat tawadhu’ ini Rasulullah di samping memberikan contoh dalam perilaku juga banyak pula menyampaikan dalam banyak hadits yang shahih. Hadits yang sangat populer menyebutkan bahwa “Sesiapa pun yang bersifat tawadhu’ maka Allah akan mengangkat (derajat)-nya dan siapapun yang takabur maka Allah akan merendahkan (derajat)-nya.

من تواضع رفعه الله ومن تكبر وضعه الله

Dari hadits itu sangat jelas bahwa sifa tawadhu’ adalah sifat yang harus dilaksanakan oleh hamba Allah dan umat Rasulullah. Sebab, sifat itu akan mengantar seorang hamba mamperoleh kemuliaan. Namun, sebaliknya sifat sombong harus dijauhi karena akan menjadikan hamba tertimpa kehinaan.

Terkait dengan sifat sombong ini pun Rasul menegaskan dalam hadits lain bahwa sifat itu akan menjadi penghalang seorang hamba untuk masuk surga. Di sini pulalah Rasulullah menegaskan bahwa orang yang ada di dalam hatinya sebesar biji sawi (dzarrah) kesombongan maka dia tidak bisa masuk surga.

لايدخل الجنة من كان فى قلبه مثقال ذرة من كبر

Itulah ancaman bagi orang sombong atau takabur. Siapapun yang mempunyai sedikit kelebihan atas yang lain sepanjang ia tetap tawadhu’ maka tiada penghalang masuk surga, tetapi jika ada kesombongan maka terhalang masuk surga.

Lantas bagaimana dengan orang miskin tetapi sombong?. Terkait dengan ini Rasulullah pun menyampaikan dalam hadits lain bahwa salah satu dari tiga kelompok orang yang Allah tidak akan menyapanya, menyucikannya, dan melihatnya pada hari kiamat, tetapi justru akan memberikan siksaan yang pedih adalah orang miskin yang sombong (عائل متكبر).

والله اعلم بالصواب

Penulis adalah Ketua PC LDNU Kabupaten Kendal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here