
Sukorejo, pcnukendal.com - Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Jawa Tengah, Sidqon Prabowo, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari trilogi hubungan manusia yang harus dipedomani kader GP Ansor. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga mengandung nilai moral dan spiritual. Hal tersebut disampaikan Sidqon dalam kegiatan Ngopi Mitigasi Bencana yang digelar di Gedung Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo, Sabtu malam (7/2/2026).
Sidqon menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam terdapat tiga relasi utama yang harus dijaga secara seimbang, yakni hubungan dengan Allah (hablumminallah), hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas), dan hubungan dengan alam (hablumminal ‘alam).
“Selain kewajiban kita berbuat baik kepada Allah dan kepada sesama manusia, kita juga berkewajiban menjaga serta berbuat baik kepada alam. Kita harus hadir di tengah masyarakat untuk menjaga kelestarian alam demi keberlangsungan hidup bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, alam merupakan ciptaan Tuhan yang senantiasa berdampingan dengan kehidupan manusia. Oleh karena itu, merusak alam sama artinya dengan merusak diri sendiri, sementara menjaganya berarti menjaga keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.
“Hablumminal ‘alam adalah bagian dari trilogi hubungan yang harus dijaga. Alam ini hidup bersama kita setiap saat. Merusaknya sama dengan merusak diri kita sendiri, dan menjaganya sama dengan menjaga diri kita sendiri,” tuturnya.
Kegiatan Ngopi Mitigasi Bencana tersebut merupakan bagian dari rangkaian program GP Ansor Menanam yang digagas oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Kendal dan dilaksanakan di kawasan Lereng Gunung Prahu. Program ini difokuskan pada penguatan kesadaran ekologis dan mitigasi bencana berbasis masyarakat.
Ketua PC GP Ansor Kendal, H Ahmad Ali Nurudin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen GP Ansor Kendal dalam merespons potensi bencana alam di wilayahnya.
“Acara ini adalah bentuk komitmen GP Ansor Kendal dalam menanggulangi kemungkinan bencana di Kabupaten Kendal sekaligus wujud kepedulian terhadap ekologi dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Semarang, Pertiwi, sebagai narasumber. Ia memaparkan tiga jenis bencana yang perlu diwaspadai bersama, yakni bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.
“Bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat. Karena itu, diperlukan kesiapsiagaan yang mencakup faktor pencegahan, salah satunya melalui penanaman pohon di kawasan hutan gundul sebagai upaya dini mencegah longsor atau banjir,” jelasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Desa Purwosari, Basarnas Jawa Tengah, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), aktivis pecinta alam, Kasatkorcab Banser Kendal, serta kader Ansor dan Banser se-Kabupaten Kendal. (Maz AL/muf)