
Gemuh, pcnukendal.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) yang bertugas di Desa Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, mengajari para santri Pondok Pesantren Al Amin Putra membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Kegiatan berlangsung di Posko KKN STIK Desa Galih, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi mahasiswa KKN STIK Kendal dengan fokus pada pengembangan keterampilan santri berbasis kreativitas dan kepedulian lingkungan. Minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah, diolah menjadi produk bernilai guna dan berpotensi ekonomis.
Koordinator KKN STIK Desa Galih, Putry Mardiana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran aplikatif bagi santri pesantren. Melalui pelatihan ini, santri tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat dikembangkan secara mandiri.
“Kami berharap para santri mendapatkan bekal keterampilan yang bermanfaat, mampu mengembangkan kreativitas, serta tumbuh semangat kemandirian dan kewirausahaan sejak dini,” ujar Putry.
Ia menambahkan, kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pondok pesantren juga menjadi ruang sinergi yang positif dalam mendukung pendidikan santri secara holistik. Santri diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki keterampilan hidup (life skill) yang produktif dan berdaya saing.
Dalam kegiatan tersebut, para santri mendapatkan penjelasan menyeluruh mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga teknik pembuatan lilin aromaterapi yang aman dan ramah lingkungan. Santri tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik yang dipandu langsung oleh mahasiswa KKN.
Ketua Pondok Pesantren Al Amin Putra Desa Galih, Prawitno, menyambut baik kegiatan yang digagas oleh mahasiswa KKN STIK Kendal tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memiliki dampak positif bagi pengembangan keterampilan santri di luar pembelajaran formal pesantren.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi santri. Tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga melatih keterampilan praktis yang berguna bagi kehidupan mereka ke depan,” ungkapnya. (Auliya rizqi as/muf)