Berapa Jumlah Minimal Rakaat Shalat Witir?

0
84
Oleh: Muhammad Umar Said

Dalam pelaksanaan shalat witir ada beberapa perbedaan pendapat mengenai jumlah minimal rakaat dalam shalat witir :

  1. Imam Malik RA: shalat witir dikerjakan dengan 3 rakaat, di antara keduanya dipisah dengan salam;
  2. Imam Abu Hanifah RA: shalat witir dikerjakan dengan 3 rakaat tanpa dipisah dengan salam;
  3. Imam Syafi’i RA :
    Shalat dikerjakan minimal 1 raka’at. Dasar Imam Syafii adalah Hadits Nabi Saw :
    عن عائشة رضي الله عنها إنه كان يصلى من الليل إحدى عشرة ركعة يوتر منها بواحدة، وثبت عن ابن عمر أن رسول الله صلى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال : صلا ة الليل مثنى مثنى، فإذا خشي أحدكم الصبح صلى ركعة واحدة توتر له ما قد صلى . رواه مسلم
    Dari Aisyah RA, “sesungguhnya Rasulullah saw mengerjakan shalat malam sebanyak 11 rakaat, dan dari 11 rakaat itu beliau shalat witir sebanyak 1 raka’at”.

Kemudian Imam Syafi’i RA menguatkan pendapatnya berdasarkan hadits dari Ibnu Umar RA, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “shalat malam itu dikerjakan dengan 2 rakaat, 2 rakaat. Maka apabila salah seorang dari kamu sekalian merasa khawatir shalat shubuh, hendaknya ia melaksanakan shalat witir 1 rakaat, dan hal itu dianggap telah melaksanakan shalat witir”.

Sebagaimana dijelaskan di atas, jika pendapat Imam Syafi’i bahwa jumlah minimal shalat witir 1 rakaat, lalu apa dalil yang dijadikan dasar Imam Malik RA dan Imam Abu Hanifah RA yang mengatakan bahwa jumlah minimal shalat witir adalah 3 rakaat: 2 rakaat dan 1 rakaat dengan 2 kali salam (Imam Malik) dan 3 rakaat dengan 1 salam (Imam Abu Hanifah)?

Secara umum sebenarnya ada beberapa hadits Nabi saw yang menjelaskan tentang shalat witir di antaranya sebagai berikut :


عن أبي أيوب ألأنصاري رضي الله عنه أنه صلى الله عليه وسلم قال : الوتر حق على كل مسلم فمن أحب أن يوتر بخمس فليفعل ومن أحب أن يوتر بثلاث فليفعل، ومن أحب أن يوتر بواحدة فليفعل


Dari Abu Ayyub Al-anshari RA, sesungguhnya Nabi saw bersabda, “sesungguhnya witir itu adalah hak setiap muslim, maka barangsiapa yang senang mengerjakan shalat witir 5 rakaat, maka hendaklah ia mengerjakannya, dan barangsiapa yang senang mengerjakan shalat witir 3 rakaat, maka hendaklah ia mengerjakannya dan barangsiapa yang senang mengerjakan shalat witir 1 rakaat, maka hendaklah ia mengerjakannya”.

Dan dalam hadits lain melalui sanad Aisyah, Rasulullah saw pernah juga mengerjakan shalat witir lebih dari 5 rakaat, yaitu 4 dan 3, 6 dan 3, 8 dan 3, dan 10 dan 3 rakaat. Dan beliau tidak mengerjakan shalat witir kurang dari 7 rakaat dan lebih dari 13 rakaat.

Pendapat para ulama tentang jumlah rakaat shalat witir di atas adalah merupakan hak dan pilihan (تخيير) bagi setiap muslim untuk mengerjakannya, sehingga diperbolehkan untuk mengerjakan shalat witir, 1 rakaat atau 3, atau 5 rakaat dan seterusnya.

Adapun dalil yang dipakai Imam Syafi’i RA tentang jumlah minimal shalat witir 1 rakaat sebagaimana telah diterangkan di atas yaitu sebuah hadits Nabi saw yaitu :
…فإذا خشيت الصبح فأوتر بواحدة
“Apabila kamu merasa kawatir (bangun) kesubuhan, maka witirlah dengan 1 rakaat”.

Sedangkan dalil yang pakai Imam Abu Hanifah RA tentang jumlah minimal shalat witir yaitu 3 rakaat tanpa salam adalah sebuah hadits Nabi saw :
عن ابن عمر رضي الله عنه أنه صلى الله عليه وسلم قال : المغرب وتر صلاة النهار
Dari Ibnu Umar bahwa Nabi saw bersabda, “Shalat Maghrib adalah witirnya shalat pada siang hari”.

Pendapat Imam Abu Hanifah RA, bahwa jumlah minimal shalat witir, beliau menyerupakannya (تشبيه) dengan jumlah rakaat shalat Maghrib, yaitu 3 rakaat seperti hadits di atas. Menurut Imam Abu Hanifah RA, bahwa jika antara musyabbah (مشبه) dengan مشبه به) sama dalam sifat, maka keduanya dalam penetapan hukumnya sama. Artinya jika shalat maghrib diserupakan dengan shalat witir pada siang hari dengan 3 rakaat, maka wajib pula shalat witir dilakukan 3 rakaat sebagaimana shalat maghrib.

فإن لأبي حنيفة أن يقول : إنه إذا شبه شيئ بشيئ وجعل حكمهما واحدا، ولما شبهت المغرب بوتر صلاة النهار وكانت ثلاثا وجب أن يكون وتر صلاة الليل ثلاثا

Adapun dalil yang dipakai Imam Malik RA bahwa jumlah minimal shalat witir 3 rakaat dengan 2 kali salam (2 rakaat dan 1 rakaat) adalah hadits Nabi Saw:

إن النبي صلى الله عليه وسلم لم يوتر قط إلا في أثر شفع

“Sesungguhnya Nabi saw tidak mengerjakan shalat witir sekalipun, kecuali dengan bilangan genap”.

Berdasarkan hadits di atas Imam Malik RA berpendapat bahwa bilangan genap dalam shalat witir merupakan sunnahnya witir, tetapi dengan syarat mendahuluinya dengan bilagan genap yaitu 2 rakaat, sehingga menurut pendapat Imam Malik RA bahwa shalat witir itu mengandung 2 unsur, yaitu genap dan ganjil.

…ورأى مالك أن ذلك من سنة الوتر، وأن أقل ذلك ركعتان، فالوتر عنده على الحقيقة إما أن يكون ركعة واحدة، ولكن من شرطها أن يتقدمها شفع، وإما أن يرى أن الوتر المأمور به هو يشتمل على شفع ووتر، فإنه إذا زيد على الشفع وتر صار الكل وترا…
والله أعلم بالصواب

المصادر :
١. بداية المجتهد ونهاية المقتصد للإمام القرطوبي، صحيفة : ١٤٥
٢. فتح الوهاب بشرح منهج الطلاب للإمام شيخ الإسلام زكريا الأنصاري، صحيفة ٥٦-٥٧
٣. المنهاج القويم للإمام العلامة الشيخ شهاب الدين أحمد بن حجر الهيتي المكي الشافعي، صحيفة ٦١
٤. فتح المعين للإمام العلامة الشيخ زين الدين عبد العزيز المليباي، صحيفة ٣١

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here