Benarkah Nabi Yusuf Tergoda Ajakan Zulaikha?

1
214
Oleh: Muhammad Umar Said 

Sebagaimana kita maklum, bahwa surat Yusuf  adalah kumpulan kisah paling indah (أحسن القصص) yang ada dalam Al-qur’an,  yaitu menceritakan kisah cinta antara Nabi Yusuf AS dengan seorang wanita bangsawan yang berparas cantik yang berasal dari Mesir bernama Zulaikha. Kisah Asmara keduanya diabadikan dalam Al-qur’an Surat Yusuf.

Namun demikian, ada satu ayat yang amat menarik untuk dikaji yaitu ayat 24 surat Yusuf sebagai berikut :

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu, andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih”.

Bedasarkan ayat diatas,  ada sebuah pertanyaan, “Bagaimanakah sikap Yusuf AS ketika diajak berbuat maksiat oleh Zulaikha?. Dan apa benar Yusuf AS tergoda ajakan Zulaikha?

Untuk menjawab pertanyaan di atas ada beberapa penjelasan dari para ulama tafsir yang bisa dijadikan dasar rujukan, yaitu :

1. Tafsir dari Kementerian Agama RI sebagai berikut

“Isteri al-Azis tidak mau berhenti, karena ia menganggap Yusuf sebagai budak yang harus melaksanakan keinginan dan perintahnya. Bila Yusuf menolak maka ia akan mencelakakannya. Tetapi dari pihak Yusuf, ia telah bertekad pula untuk menolak ajakannya, karena perbuatan itu melanggar agama, mengkhianati tuannya yang telah berjasa dan berbuat baik padanya dan merusak kehormatannya dan kehormatan tuannya. Yusuf dan isteri al-Azis masing-masing memiliki tekad yang bertolak belakang antara satu dengan lainnya”.

2. Tafsir Al-Misbah Prof. Quraisy Shihab

“Wanita itu telah bermaksud melakukan perbuatan itu dengan Yusuf. Yusuf pun demikian juga, andaikata ia tidak melihat sinar cahaya Allah yang benar. Akhirnya Yusuf tidak mengikuti kecenderungan terbawa nafsunya dan terhindar dari maksiat, perbuatan khianat serta tetap dalam kesuciannya. Demikianlah kami buat Yusuf tegar dalam kesuciannya agar ia Kami palingkan kejahatan khianat dan zina”.

3. Tafsir Jalalain: Syeikh Jalaluddin as-Suyuthi dan Jalaluddin al-Mahally :

“Sesungguhnya wanita itu telah punya maksud terhadap Yusuf, artinya dia telah bermaksud terhadap Nabi Yusuf supaya menyetubuhinya (dan Yusuf pun bermaksud melakukannya pula dengan wanita itu) artinya Yusuf pun mempunyai keinginan yang sama (andaikata dia tidak melihat tanda dari Rabbnya).

Menurut Ibnu Abbas ra. bahwa pada saat yang kritis itu tiba-tiba Nabi Ya’qub atau ayahnya tampak di hadapannya, lalu memukul dadanya sehingga keluarlah nafsu syahwat yang telah membawa itu dari semua ujung-ujung jarinya. Jawab dari lafadz laula ialah lajaama ahaa, artinya niscaya Yusuf menyetubuhinya. (Demikianlah) Kami perlihatkan tanda kekuasaan-Ku kepadanya (agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran) perbuatan khianat (dan kekejian) perbuatan zina. (Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terikhlas) dalam hal ketaatan.

Berdasarkan beberapa qaul ulama ahli tafsir di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Zulaikha adalah seorang wanita bangsawan berparas cantik, jatuh cinta dan terpesona terhadap ketampanan Nabi seperti Yusuf AS;

2. Sesungguhnya antara keduanya Yusuf AS dan Zulaikha sudah mempunyai benih perasaan cinta yg tumbuh sejak lama;

3. Ketika Yusuf diajak Zulaikha berbuat maksiat, ada bisikan dalam hatinya untuk melakukan perbuatan itu. Namun dalam situasi kritis ada tanda dari Tuhannya (tiba-tiba Nabi Ya’qub AS hadir di depannya), sehingga ia berusaha menolak ajakan Zulaikha;

4. Yusuf telah diselamatkan oleh Allah dari godaan syetan yaitu terhindar dari perbuatan zina;

5. Yusuf AS termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan taat akan perintah-Nya.

Adapun hikmah yang bisa diambil dari kisah antara Nabi Yusuf AS dan Zulaikha di atas adalah seberapa pun kuat iman seseorang pasti ada titik kelemahannya. Dan pada titik kelemahan itulah seseorang dapat dengan mudah tergoda oleh bujuk rayu syetan.

Jangankan sebagai orang awam, seorang Nabi pun hampir tergoda oleh syetan, jika saja tidak mendapatkan pertolongan (inayah) dari Allah Swt. Jika hal tersebut terjadi pada diri Nabi Yusuf AS, niscaya nasib Nabi Yusuf AS akan sama seperti Nabi Adam AS yang terbujuk oleh Iblis untuk memakan buah terlarang (Khuld), sehingga Adam AS menyesali atas perbuatannya selama berpuluh-puluh tahun. Perbuatan zina adalah perbuatan keji dan hina, jika seseorang melakukannya ia akan jatuh pada lembah kenistaan dan tercabutnya muruah (harga diri) nya sepanjang hayat. Naudzubillah.

Allahu a’lam.

Simak Vidio : SIFAT WARO’ KIYAI AHMAD

https://www.youtube.com/watch?v=I0YyG96Ht_g&list=PLK6BaWgXosr0Js2gxH0qdlN8EPPDMxHgC

1 KOMENTAR

  1. Untuk manusia awam, bila telah tenggelam dalam nafsu birahi, maka ia akan hanyut dalam gelora nafsu yang membara. Imam Ghozali berkata nafsu birahi bila telah lebih 50% menguasai akalnya maka dipastikan akan hanyut.
    Maka Allah dalam larangannya memakai kata ” jangan kalian semua mendekati zina ” hal ihwal mendekati zina adalah saling memandang dengan segenap rasa, hingga puncaknya berduaan dalam satu kamar. Bila sudah dalam satu kamar maka dipastikan nafsu birahinya sudah lebih dari 50%, bisa 75 % dan akal tinggal 25 %. Bila keadaannya demikian maka hampir akal sehatnya berangsur angsur turun dan tak malu malu melepas pakaian masing masing. Naudhubillahi min Dzalik.
    Simpulnya janganlah kita mendekati zina yaitu melakukan gerakan gerakan foreplay dengan bukan halalannya yang nantinya akan mengantarkan pada perzinahan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here