BENARKAH HABIB RIZIEQ SETARA KH HASYIM ASY’ARI ?

1
285

A. Mengapa Ada Penyetaraan?:
Kedua aksi 411 dan 212 di Jakarta itu memang melambungkan nama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) pada posisi yang tinggi sehingga dia dianggap oleh sebagian orang sebagai tokoh gerakan politik Islam di Indonesia. Dengan demikian, terkesan kedua aksi itu telah menjadi “Panggung Politik” bagi HRS. Hal itu sesuai dengan tulisan Dr. A.S. Hikam (pengamat politik, mantan Menristek era Gus Dur) yang diposting di akun FBnya sebagai berikut:
“Gelar aksi demo yang diberi nama “Super Damai” di kawasan Monas pada Jum’at 2 Desember 2016 barangkali layak disebut sebagai sebuah babak baru dalam konstelasi perpolitikan Indonesia pasca-reformasi. Yaitu munculnya HABIB RIZIEQ SYIHAB (HRS) sebagai representasi kekuatan Islam politik yang fenomenal dan harus diperhitungkan secara serius oleh Pemerintah Presiden Jokowi dan masyarakat Indonesia serta pihak-pihak di luar negeri ini”.
Senada dengan Hikam, Fuad Bawazier dan tokoh-tokoh lain non-NU juga menulis hal yang sama atau hampir sama.
Di samping ada yang menganggap HRS sebagai ikon kebangkitan Islam sebagaimana teruraikan di atas, ada juga yang menganggap HRS sudah setara dengan KH Hasyim Asy’ari, yaitu musisi Ahmad Dhani, yang gara-gara itu dia dipecat dari jabatan wakil ketua Pengurus Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi), lembaga seni budaya di bawah naungan NU.
Berita ini dinukil dari  Tribunnews.com/2016/12/10 sebagai berikut : Ketua Umum PP Lesbumi NU KH Agus Sunyoto kemudian membenarkan kabar pemecatan Ahmad Dhani dari posisi Wakil Ketua PP Lesbumi NU. “Atas permintaan dari teman-teman Lesbumi juga dari PBNU. Sudah sejak pekan lalu,” kata KH Agus Sunyoto. Namun menurut KH Agus Sunyoto, Ahmad Dhani diberhentikan bukan semata karena statusnya di Twitter yang menyamakan Hadratusy Syekh Hasyim Asy’ari sang pendiri NU dengan petinggi FPI Rizieq Shihab”.

B. Menguji Sangkaan Adanya Kesetaraan :
Untuk menguji apakah para tokoh Islam di Indonesia termasuk Habib Rizieq setara dengan KH Hasyim Asy’ari?, maka kita kaji hal-hal berikut:

1. Posisi keulamaan, jasa dan peran KH Hasyim Asy’ari tidak bisa dimiliki oleh para tokoh Islam lain termasuk Habib Rizieq. Beliau adalah kiai yang menjadi kiblatnya semuai kiai di Indonesia. Pondok pesantrennya waktu itu menjadi kiblatnya seluruh pondok pesantren di Indonesia. NU yang didirikannya adalah ormas terbesar yang diikuti oleh mayoritas ulama dan mayoritas muslimin di seluruh pelosok Indonesia. Setelah beliau meninggal, NU malah merambah ke seluruh penjuru dunia, dan menjadi “Model Islam Rahmatan Lil-alamin” bagi muslimin di negara-negara Islam sedunia. Dalam kitab Ikhbarul Muhtadin halaman 570-571 disebutkan :
كان كياهي اشعري يؤسس معهد تبوايرنج الاسلامي بجونبانج جاوه الشرقية فكان معهده قبلة جميع المعاهد الاسلامية في اندونيسيا وكان اغلب العلماء من بعده يتعلمون منه في معهده قبل ان يؤسسوا معهدا اسلاميا بعد رجوعهم الى اوطانهم وكان هو قبلة العلماء في اندونيسيا . وبجوار ذلك كان مؤسس جمعية نهضة العلماء مع سائر العلماء . وكانت نهضة العلماء اكبر جمعية عم اعضاءها جميع اقطار اندونيسيا وانضم اليها اغلب المسلمين فيها . وكان بطلا مجاهدا مدافعا عن عقائد اهل السنة والجماعة مع العلماء باستخدام جمعية نهضة العلماء ومناضلا عن استقلال اندونيسيا وحريتها .

“KH Hasyim Asy’ari adalah pendiri pondok pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur. Pondok Pesantrennya menjadi kiblatnya seluruh pondok pesantren di Indonesia. Kebanyakan ulama belajar kepadanya di pondok pesantren kemudian mereka mendirikan pondok pesatren sesudah pulang ke kampung mereka. Beliau adalah kiblatnya para ulama di Indonesia. Di samping itu, beliau adalah pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) bersama para ulama. NU adalah jam’iyah terbesar yang anggotanya merata ke seluruh kawasan Indonesia dan mayoritas muslimin Indonesia bergabung ke dalamnya. Beliau adalah patriot, pejuang dan pembela akidah Ahlissunnah Waljamaah melalui jam’iyah NU beserta ulama dan beliau adalah pejuang kemerdekaan Indonesia”.

2. Bila diukur secara ilmiah melalui kaidah yang dirumuskan Imam Nawawi RA yang kemudian dinukil oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani di kitab Fathul Bari Syarah Shohih Bukhori juz 15 halaman 182, maka KH Hasyim Asy’ari telah memenuhi syarat untuk ditentukan sebagai “Mujaddid atau Pembaharu Islam Abad 13 Hijriyah di Indonesia”. Sementara para tokoh Islam lain termasuk Habib Rizieq sulit sekali untuk memenuhi syarat tersebut. Lihat Ikhbarul Muhtadin halaman 571 sbb:
فلا يستبعد ان يكون الشيخ هاشم اشعري مجددا في الدين الاسلامي في المائة الثالثة عشرة باندونيسيا لدوره الهام ومساهمته العظيمة في نشر عقائد اهل السنة والجماعة في اقطار اندونيسيا والدفاع عنها حتى كان اغلب المسلمين فيها يعتمدون على تلك العقائد باستخدام جمعية نهضة العلماء ولبهلوانيته في استقلال الوطن بل هو احق بذلك من اي رجل من رجال الاسلام في اندونيسيا .

“Maka tidak mustahil KH Hasyim Asy’ari adalah pembaharu (mujaddid) agama Islam pada abad 13 Hijriyah di Indonesia karena peranan pentingnya dan partisipasi besarnya dalam menyebarkan akidah Ahlissunnah Waljamaah di seluruh pelosok Indonesia sehingga mayoritas muslimin berpegangan kepada akidah tersebut melalui jam’iyah NU, dan juga karena kepahlawanannya dalam kemerdekaan negara. Bahkan beliau paling berhak sebagai mujaddid daripada tokoh Islam manapun di Indonesia”.

3. Pola pikir model Ahlussunnah Waljamah yang diterapkan oleh KH Hasyim Asy’ari melalui NU telah mempengaruhi pola pikir mayoritas ulama dan mayoritas muslimin di Indonesia, baik secara struktural maupun kultural, bahkan berpengaruhi terhadap keberadaan, kelangsungan dan keutuhan NKRI. Hal itu belum pernah dilakukan ulama dan tokoh Islam lain termasuk Habib Rizieq. Lihat Ikhbarul Muhtadin halaman 590 :

 

وان ابتكار كياهي هاشم اشعري في تطبيق عقائد اهل السنة والجماعة باستخدام جمعية نهضة العلماء قد تأثر به جمهور العلماء واغلب المسلمين الاندونيسيين الى الوقت المعاصر ، وان كيان هذه الجمعية قد تأثر وجود الدولة واستمرارها منذ اسقلالها الى الان.

“Dan kreasi KH Hasyim Asy’ari dalam menerapkan akidah Ahlissunnah Waljamaah melalui jam’iyah NU telah mempengaruhi mayoritas ulama dan mayoritas muslimin Indonesia sampai waktu sekarang. Dan eksistensi jam’iyah NU ini telah mempengaruhi keberadaan dan kelangsungan negara ini sejak kemerdekaannya hingga sekarang ini”.

C. Kesimpulan :
1. Dengan uraian di atas, diketahui bahwa ulama dan tokoh Islam angkatan sesudah KH Hasyim Asy’ari termasuk Habib Rizieq tidak dapat disetarakan dengan beliau. Dan usaha menyetarakannya adalah hal subyektif yang dipaksakan karena ketidaktahuan semata.
2. Bila di kitab Syarah Hikam ada kaidah yang berbunyi:
 لا يعرف الولي الا الولي

“Yang dapat mengetahui wali hanyalah sesama wali”, maka bisa juga secara metoda ilhaq ada kaidah :
لا يعرف الكياهي الا الكياهي

“Yang dapat mengetahui kiai hanyalah sesama kiai”, maka orang biasa yang bukan kiai janganlah mengukur, membanding-bandingkan atau menyetarakan satu kiai dengan kiai yang lain, karena belum maqomnya.
3. Siapapun orangnya yang menyetarakan KH Hasyim Asy’ari dengan ulama atau tokoh-tokoh Islam Indonesia yang hidup sesudah era KH Hasyim Asy’ari sama dengan telah melakukan perilaku “Su’ul Adab” alias tidak sopan.
4. Kita semua yakin dan pernah mendengar bahwa HRS termasuk seorang tokoh yang sangat menghormati KH Hasyim Asy’ari.
5. Ketika di media sosial ada orang menyetarakan KH Hasyim Asy’ari dengan orang lain yang tidak seharusnya disetarakan, maka banyak tokoh yang tidak berkenan dan merasa kecewa terhadap sikap yang kurang hati-hati itu.
Semoga mereka semua dapat menghargai ulama sesuai dengan makomnya sesuai sabda Nabi SAW yang berbunyi :
انزلوا الناس منازلهم ، رواه ابو داود

“Poisisikanlah manusia pada posisi mereka yang sebenarnya”.
Wallohu A’lam Bisshowàb

Muhammad Danial Royyan

1 KOMENTAR

  1. Pak Kyai, setara itu tidak berarti sama. Jadi Kalo ada orang menyatakan HRS dengan mbah Hasyim Asy’ari itu sah-sah saja. Bahkan itu menunjukkan kemulyaan dari mbah Hasyim. Sebagaimana kaum Nahdhiyin menyebut tokohnya sebagai Wali. Padahal yang tahu orang itu wali adalah wali. Tetapi sekali itu adalah cara seseorang memuliakan/menghormati tokohnya. itu juga sah-sah saja, Tokoh NU tertentu dikatakan wali, karena intinya adalah penghormatan. Nyuwun pak yai, jika kami kata-kata berkenan. Kami hanya ingin Ummat Islam bersatu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here