BANYAK NAMA BANYAK BERKAH

0
224

Bulan Ramadhan itu memiliki banyak nama, seperti : syahrus shiyam (bulan puasa), syahrul ibadah (bulan ibadah), syahrur rahmah (bulan penuh rahmat), syahrul Qur’an (bulan Al-Quran pertama kali diturunkan) syahrus shobri (bulan kesabaran), syahrul muwàsàh (bulan saling membantu) dan lain sebagainya.
Banyaknya nama tersebut menunjukkan keberkahan dan kemuliaan Ramadhan. Ada ungkapan :

كثرة الاسماء تدل على شرف المسمى

 “Banyaknya nama menunjukkan atas mulianya yang diberi nama”

Saking berkahnya bulan Ramadlon itu, dulu Nabi SAW dan para sahabat, tiga bulan sebelum datang bulan Ramadhan, berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, dengan membaca doa :

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان

“Ya Alloh berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlon!”

Oleh karena itu, bulan Ramadlon ini dapat digunakan untuk memperbanyak ibadah, untuk saling menolong, untuk melatih kesabaran, untuk memperolah rahmah dan berkah dari Alloh SWT.
Dan yang terakhir ini bisa terbukti, omset barang dagangan meningkat, arus perputaran uang meningkat, laju peningkatan ekonomi meningkat. Itulah yang dimaksud dengan BERKAH.

Pertanyaannya : Kalau ada orang butuh banyak uang untuk memberikan THR, lalu jumlah hutangnya di Bank meningkat, apakah orang itu juga memperoleh Berkah di bulan Ramadlon?.

Jawabannya : Ternyata hukum syariat Islam lebih mengedepankan berlakunya hukum secara mayoritas. Yang minoritas mengikuti yang mayoritas. Maka yang dapat Berkah adalah para penerima THR yang mayoritas itu. Pemberi THR itu kalau mampu menutup hutang ya dapat Berkah, kalau tidak, ya namanya kurang beruntung dari tinjauan ekonomi dan dapat Berkah Pahala dari tinjauan Ibadah.

Hukum mayoritas tadi bersandar kepada kaidah :

المصلحة العامة مقدمة على المصلحة الخاصة

“Kepentingan umum (mayoritas) itu dikedepankan atas kepentingan khusus (minoritas)”

Demikian juga Nabi Muhammad SAW punya banyak nama juga banyak berkah,  hingga nama nama beliau digunakan untuk tawassul.
Karena apa?, karena Nabi SAW dan Ramadlon itu memang dekat dengan Dzat Pemberi berkah, yaitu Alloh SWT.
Berbeda dengan Teroris dan Preman yang punya banyak nama alias, tetapi tidak berkah, malah menjadi malapetaka. Karena apa? Karena jauh dari Alloh. Oleh karena itu, mari dengan puasa Ramadlon, kita mendekat kepada Dzat Pemberi Berkah, Alloh SWT, agar kita benar-benar mendapat BERKAH sebanyak-banyaknya. Amien. (MD Royyan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here