Banser dan Linmas Cegah Jama’ah Tabliqh Menginap di Masjid

0
47

Ringinarum,  nukendalonline. Pemerintah desa Mojo Ringinarum berhasil mencegah Jama’ah Tabligh yang berencana akan mensyiarkan ajarannya di wilayah desa Mojo  (10/5).  Jama’ah tabligh yang beranggotakan 8 orang tersebut semula berencana akan bermalam di masjid At-Taqwa desa Mojo, namun rencana mereka  berhasil digagalkan oleh puluhan Linmas desa Mojo dan Satkorkel Banser Mojo  setelah melakukan dialog.

Sejak sore rombongan tersebut sudah mondar-mandir di sekeliling masjid dan bertanya ke rumah-rumah warga dan bermaksud untuk mencari tahu siapa ketua Ta’mir Masjid dan Rt/Rw setempat untuk meminta ijin, ujar Wahyuni yang juga ketu Rt di wilayah tersebut.

Sementara, Abdul Ghafar mendengar kabar bahwa di Masjid At-Taqwa desa Mojo  ada aliran yang tidak sejalan dengan aqidah Ahlussunnah Waljama’ah bergerak cepat menghubungi sahabat-sahabat  Ansor  dan  Banser via  group wa PR dan PAC Ansor Ringinarum. tak lama kemudian tepat setelah shalat maghrib anggota Linmas Desa Mojo dan puluhan anggota Banser desa Mojo  berkumpul di halaman parkir masjid.

Sementara, ketua Ta’mir Masjid At Taqwa desa Mojo, KH. Ahmad Mujahid Al Mukammal yang juga mantan ketua Tanfidziyah NU Ranting Mojo didampingi Kades Mojo Nasikin berdialog dengan jamaah tabligh tersebut, bermaksud untuk menolak secara halus agar mereka tidak tersinggung.

Misbach salah satu dari anggota jamaah tabligh tersebut menyebutkan dari 8 anggota diantaranya berasal dari daerah Cepiring, Getas Blawong, Plantungan dan Sukorejo, jawabnya saat diminta keterangan.

“Kita mencoba untuk menerima mereka terlebih dahulu, sehingga mengetahui misi mereka itu apa, jika misi mereka membahayakan masyarakat apalagi terkait dengan aqidah ya tetap akan kita tolak permintaannya untuk menginap di masjid ini. tapi, penolakanya pun dengan cara yang baik, agar tidak terjadi keributan, jelas kyai Mujahid.

Usai berdialog cukup lama, jama’ah tabligh pun masih berkeinginan agar minta diijinkan menginap untuk beberapa hari di masjid tersebut, keinginannyapun mengundang amarah anggota Banser dan Linmas yang ada di lokasi.

Ngasroni selaku perangkat desa Mojo langsung menghubungi Polsek Gemuh karena khawatir amarah warga tidak terbendung.

Kanit Intel Polsek Gemuh Aiptu Harjo yang datang kemudian meminta kepada Jamaah tabligh agar secepatnya meninggalkan desa Mojo.

“Saya sebagai penegak hukum di wilayah ini tidak akan menanggung  resiko apabila terjadi keributan antara jamaah saudara dengan warga masyarakat sekitar,” tegas  Aiptu Harjo

Setelah mendapatkan penegasan dari Ta’mir Masjid, Banser dan Linmas, tepat pukul 21.04 jama’ah tabligh meninggalkan desa Mojo dengan keadaan aman dan tertib. (Fathurrahman/Fahroji).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here