ARTI QURBAN NABI SAW SATU KAMBING UNTUK SEKELURGA

0
79

A. Pertanyaan :

Sdr. Wawan dari Tunggulrejo Kendal bertanya :
Ass.wr.wb. Kami berkurban di lingkungan RT.1/2 Tunggulrejo Kendal dengan niat Saya berkurban untuk diri saya dan keluarga saya tapi di tolak panitia, padahal Rasulullah pernah berqurban atas nama dirinya dan keluarga dan kami ditolak oleh Panitia karena harus satu nama, akhirnya kami berikan kepada anak saya. Karena kami sudah berkurban. Mohon petunjuk. ([email protected])


B. Jawaban :

Ulama empat madzhab fiqih (hanafi, maliki, syafii dan hanbali) berijmak bahwa satu ekor kambing hanya bisa dijadikan qurban atasnama satu orang, dan satu unta atau sapi untuk tujuh orang. Ijmak ulama itu berlandaskan hadist yang menyatakan bahwa satu unta atau sapi untuk tujuh orang, dan satu kambing untuk satu orang. Hal itu juga didukung oleh perbuatan para sahabat Nabi yang menyembelih satu unta untuk tujuh orang dan satu kambing untuk satu orang.

Adapun hadis Nabi yang berbunyi :


عن جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ عِيدَ الأَضْحَى فَلَمَّا انْصَرَفَ أُتِىَ بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ فَقَالَ: «بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ هَذَا عَنِّى وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِى»» رواه أحمد وأبو داود والترمذي

Dari Jabir bin Abdillah berkata : Aku melakukan sholat iedul Adha bersama Rasululloh SAW. Ketika selesai sholat, Rasululloh SAW membawa kambing kibas lalu menyembelihnya dan bersabda : “Bismillah Wallohu Akbar, Ya Alloh ini adalah qurban atasnamaku dan atasnama ummatku yang tidak berqurban”. (H.R. Ahmad, Abu Daud dan Turmudzi).

Ada juga hadits lain riwayat sahabat Abi Hurairoh RA, bahwa Nabi SAW menyembelih dua kambing kibas yang gemuh berwarna putih, yang satu sebagai qurban untuk Nabi dan ummatnya, yang satunya lagi untuk Nabi dan keluarganya, dan masih ada hadits lain yang isinya serupa.

Maka yang dimaksudkan adalah bahwa Nabi memusyarokahkan (mengikutsertakan) pahala qurban kepada ummatnya dan keluarganya. Sedangkan nilai qurban sebagai ibadah tetaplah untuk seorang.

Hal itu sama dengan Si Ahmad membaca al-Qur’an lalu pahalanya dimusyarokahkan kepada keluarganya, tetapi pelaku ibadahnya kan Ali seorang, bukan sekeluarga Ali membaca al-Qur’an semua sebagai ibadah.

Apabila kaum nahdliyyin mendengar tausiyah di televisi atau di video youtube oleh Syekh Ali Jabir yang menerangkan qurban satu kambing untuk sekeluarga atau untuk seluruh ummat Islam, maka perlu diketahui bahwa dia adalah tokoh wahabi yang dipopulerkan untuk mengacaukan faham ahlissunnah annahdliyyah. Oleh karena itu, kita harus bisa memfilter semua informasi dengan sebaik-baiknya agar aqidah kita selamat.


C. Referensi :


وأصل الحديث ثابت صحيح، قد رواه الأئمة عن جماعة من الصحابة لكنه ليس بصريح في الدلالة على الـمعنى الذي ذكروا، ولفظه عن جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ عِيدَ الأَضْحَى فَلَمَّا انْصَرَفَ أُتِىَ بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ فَقَالَ: «بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ هَذَا عَنِّى وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِى»» رواه أحمد وأبو داود والترمذي، وعَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ ﷺ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِﷺ أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ يَطَأُ فِى سَوَادٍ وَيَنْظُرُ فِى سَوَادٍ وَيَبْرُكُ فِى سَوَادٍ فَأُتِىَ بِهِ لِيُضَحِّىَ بِهِ ثُمَّ قَالَ «يَا عَائِشَةُ هَلُمِّى الْمُدْيَةَ». ثُمَّ قَالَ «اسْتَحِدِّيهَا بِحَجَرٍ». فَفَعَلَتْ ثُمَّ أَخَذَهَا وَأَخَذَ الْكَبْشَ فَأَضْجَعَهُ ثُمَّ ذَبَحَهُ وَقَالَ «بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدِ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ»». رواه أحمد ومسلم وأبو داود
فهذا هو الفعل الثابت عن رسول الله، وأن كل الأضاحي وقعت عن رسول الله بطريق الأصالة وإنما أشرك أمته معه في ثواب إحدى الأضحيتين، كما أشرك آله في ثواب الثانية، وهي قضية فعل تتمشى على قاعدة الخصوصية بالدلائل القطعية، فلا يقاس عليها غيرها، لأن النبي ﷺ بمثابة الأب الشفيق على أمته ﴿عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ﴾ [التوبة: 128]. وقد أثبت الله له الولاية التامة على أمته أخص من ولاية كل إنسان على نفسه وأهل بيته، فقال: ﴿ٱلنَّبِيُّ أَوۡلَىٰ بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ مِنۡ أَنفُسِهِمۡ﴾[الأحزاب: 6]. وفي الحديث: أن النبي ﷺ قال: «أَنَا أَوْلَى بِكُلِّ مُؤْمِنٍ مِنْ نَفْسِهِ»([23])، فمن ولايته على أمته أضحيته عنهم كما ضحى عن أهل بيته، إذ هما في الحكم سواء، ومثل هذه الولاية لا تنطبق على غيره، ولو كان فعلها للتشريع والأسوة لاستحب لكل أحد أن يضحي لأمة محمد، كما فعل رسول الله، ولم يقل بذلك أحد، وهذا هو حقيقة ما فهـمه الصحابة في هذه الأضحية، حيث لم يثبت عن أحد منهم أنه ضحى عن رسول الله ولا عن أمة محمد

Muhammad Danial Royyan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here