ARISAN BERHADIAH

0
32

Akhir akhir ini banyak lembaga perbankan seperti BPR yang mengadakan arisan dengan hadiah sepeda motor. Jangka waktu arisan selama tiga tahun. Orang yang mendapat putaran pertama memperoleh hadiah sepeda motor dan tidak meneruskan bayar iuran per bulan.

Pertanyaan :

  1. Termasuk akad apakah arisan itu?
  2. Bagaimana hukumnya mengukuti arisan berhadiah seperti itu?(Jun 081330060091)

Jawaban :

Arisan itu berasal dari budaya masyarakat Jawa dahulu yang suka tolong menolong antar sesama dan bertujuan meringankan beban yang yang tidak mampu. Seperti dalam rangka hajatan menikahkan atau khitanan, seseorang tidak mampu membiayai lalu diberi bantuan uang atau barang oleh tetangganya dengan catatan bila si tetangga punya hajat maka orang ini memberikan bantuan uang atau barang yang sama nilai harganya kepada tetangga tersebut. Arisan seperti ini dalam bahasa Jawa disebut Sinoman. Maka arisan seperti ini termasuk Ta`awun dan termasuk kebaikan (Ihsan) dalam agama.

Akan tetapi model arisan yang diselenggarakan oleh lembaga perbankan seperti BPR, di mana uang yang disetorkan itu ditasarufkan dalam perdagangan dan ada kesepakatan bagi hasil antara pihak BPR dan nasabah dari uang arisan yang dianggap sebagai saham itu, maka arisan seperti termasuk aqad Qiradl: pihak BPR sebagai amil, nasabah sebagai rabbul mal (pemilik harta); atau aqad Mudlarabah, pihak BPR sebagai amil, nasabah sebagai mudlarib. Dalam aqad qiradl atau mudlarabah, kedua pihak (amil dan rabbul mal) memperoleh untung dan menanggung rugi secara bersama. Arisan seperti yang ada dalam pertanyaan tidak termasuk aqad qiradl atau mudlarabah, karena tidak semua penyetor memperoleh hak sama sekali, tetapi ada penyetor yang beruntung dengan hadiah REVO karena dapat giliran lebih awal dan tidak menyetor lagi.

Praktek di atas dapat direalisasikan dengan solusi:

1.    Apabila peserta ketika menyerahkan uang kepada penyelenggara dimaksudkan menghutangi kemudian ketika undian keluar dan mendapatkan honda Revo dilakukan akad istibdal, yakni hutang yang diterima diganti dengan sepeda Revo, maka hukumnya sah. Bila ada ketentuan berupa peserta yang tidak bisa melanjutkan atau berhenti arisan uang yang disetorkan akan hangus, maka tidak sah karena ada unsur Gharar.

2.    Apabila saat menyerahkan uang tersebut penyetor semata-mata bermaksud untuk mendapatkan undian hadiah REVO atau umroh, maka tergolong qimar (judi) meskipun dimodifikasi sebagai sadaqah, sebagaimana SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah).

3.    Apabila saat menyerahkan bermaksud sadaqah meskipun disertai harapan mendapatkan hadiah umrah, maka tidak diperbolehkan jika biaya umrah diambil dari uang sumbangan yang terkumpul karena menggunakan uang sedekah tidak semestinya.

Dasar Pengambilan :

  1.  اعانة الطالبين ص 53 جزء 3 :

(قوله ففاسد) قال ع ش ومعلوم أن محل الفساد حيث وقع الشرط في صلب العقد أما لو توافقا على ذلك ولم يقع شرط في العقد فلا فساد اهـ

  1. قليوبي جزء 2 ص 260 :

       (قَوْلُهُ وَلاَ يَجُوْزُ بِشَرْطٍ اِلَخْ) اَىْ لاَ يَجُوْزُ التَّلَفُظُ بِذلِكَ وَهُوَ حَرَامٌ بِالاْجْمَاعَ وَيَبْطُلُ بِهِ, وَقَالَ كَثِيْرٌ مِنَ الْعُلَمَآءِ بِالْحُرْمَةِ .

KONSULTASI AGAMA

Diasuh oleh : H. Mohammad Danial Royyan

Ketua PCNU Kabupaten Kendal

judul iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here