Apel Kebangsaan; Peringati Hari Santri Nasional

0
139

whatsapp-image-2016-10-23-at-00-39-20

Kangkung pcnukendal.id. Terik matahari siang menjelang sore, tidak menyurutkan langkah para santri dari beberapa pondok pesantren di wilayah kecamatan Kangkung hadir di halaman SMA Ma’arif Kangkung.

Apel kebangsaan yang dijadwalkan sabtu (22/10) jam 14.30 wib oleh MWC kecamatan Kangkung merupakan rangkaian acara untuk memaknai momentum HSN tahun 2016.

Terlihat para tamu undangan telah berada di kursi kehormatan. Dari mulai camat, rois syuriah MWC, sesepuh NU Kangkung, kepala desa Laban, telah bersiap mengikuti apel kebangsaan.

KH. Danial Royyan yang akan menjadi inspektur upacara, juga telah memasuki lokasi apel kebangsaan. Sekitar 2000 peserta membaur menjadi satu dalam formasi upacara. Barisan terdiri dari santri MDA, Ml, MTs, MA beserta guru. Ditambah lagi dari Pimpinan Anak Cabang dari banom NU, meliputi GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU.

whatsapp-image-2016-10-23-at-00-37-27

Danial Royan, dalam amanatnya menuturkan bahwa HSN merupakan wujud pengakuan pemerintah terhadap NU yang telah melakukan pembelaan terhadap kemerdekaan dan tetap tegaknya NKRI. “Dulu Hadratus Syaikh K.H Hasyim Asyari menggelorakan resolusi jihad guna melawan tentara sekutu yang akan menduduki dan menjajah Indonesia kembali”, terang Mbah Danial.

Lebih lanjut, ketua PC NU Kendal, mengajak pada kaum santri meneruskan perjuangan Kyai Hasyim Asyari untuk menjaga Islam Ahlussunah wal jamaah dari rongrongan Islam radikal, islam wahabi, islam anti tahlil, maulid, ziarah kubur, dan islam anti manaqib. Kyai Danial juga menyerukan kepada seluruh kader NU, “jangan sekali-kali mengambil, meng-copas, men download menyebarkan karya tulisan orang-orang wahabi”. Alasanya kenapa, karena tulisan karya tokoh NU sudah banyak, tidak perlu membaca dan menggunakan produk pikiran islam radikal, karena itu akan menjadi penyakit.

Kepada kaum santri, Danial mengintruksikan untuk selalu menumbuhkan rasa cinta kepada negara. Sebagaimana KH. Wahab Chasbullah yang mengumandangkan lagu Yaa Lalwathon. Dalam rangka menggelorakan semangat hubbul wathon, setiap acara resmi NU, nyanyikan lagu karya mbah Wahab Chasbullah tersebut, setelah mengumandangkan lagu Indonesia Raya.

Momentum HSN, janganlah hanya bersifat ceremony saja, namun harus bermakna membangkitkan rasa pembelaan kaum santri terhadap negeri. Bangsa Indonesia harus aman, sebab iman itu bisa kuat jika rasa aman sudah ada. “Al aman qoblal iman”, tegas Kyai Danial.

Apel kebangsaan dilanjut dengan kirap santri, yang di mulai dari halaman SMA ma’arif sampai finish kantor kecamatan Kangkung. Kirap dimeriahkan oleh group marching band dari MI yang ada di wilayah kecamatan Kangkung. (Mustofa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here