APA DAN SIAPA SEBENARNYA SALAF

0
77

Oleh : H Mohammad Danial Royyan

PENGERTIAN SALAF
Kosakata “Salaf” secara bahasa memiliki makna golongan orang-orang terdahulu. Kebalikannya adalah “Kholaf” yang artinya golongan orang-orang yang datang belakangan. Salaf secara istilah memiliki makna golongan orang-orang yang berada pada tiga angkatan: sahabat Nabi SAW, tabi’in dan Tabi’it Tabi’in, sesuai sabda Nabi SAW dalam hadits yang diriwayatkan melalui sahabat Ibn Mas’ud RA, sebagaimana berikut:

روي عن ابن مسعود رضي الله عنه أنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم ثم يجيئ أقوام تسبق شهادة أحدهم يمينه ويمينه شهادته (رواه الشيخان)

Diriwayatkan dari Ibn Mas’ud RA, bahwa dia berkata: Rosulullah SAW berkata : “Sebaik-baik manusia adalah orang-orang seangkatanku (Sahabat), kemudian orang-orang yang sesudah mereka (Tabi’in), kemudian orang-orang yang sesudah mereka (Tabi’it Tabi’in). kemudian datanglah kaum-kaum yang kesaksian salah satu mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului kesaksiannya” (Diriwiyatkan oleh Bukhori-Muslim).

Tiga angkatan (Sahabat, Tabi’in, Tabi’it Tabi’in) dianggap sebagai angkatan terbaik dari seluruh ummat Islam, karena mereka mencerminkan mata rantai yang berdekatan dan bersambung dengan baginda Muhammad SAW sebagai pusaran kenabian dan muara kerasulan.

Angkatan Pertama adalah Sahabat Nabi SAW karena pikiran dan hati mereka yang jernih dan suci bersinggungan langsung dengan cahaya kenabian, belum terkontaminasi oleh unsur-unsur pemikiran non-Islam yang melahirkan perilaku penyimpangan atau penyelewengan agama yang kemudian disebut bida’ah dan khurafat. Mereka adalah panutan ummat sesudah Nabi SAW, sehingga Nabi SAW mewajibkan ummat untuk mengikuti para sahabat, dan Nabi SAW mengharamkan pencacian terhadap mereka. Angkatan para sahabat ini terkadang disebut Al-Qarnul Awwal atauAs-Shadrul Awwal.

Angkatan Kedua adalah Tabi’in karena mereka terlimpahi oleh cahaya kenabian melalui para sahabat yang berinteraksi dengan mereka, sebagaimana Nabi SAW berinteraksi dengan para sahabat.

Angkatan Ketiga adalah Tabi’it Tabi’in karena mereka menerima ilmu dari tabi’in dalam keadaan murni dan jernih belum tercampuri unsur-unsur infiltratif, seperti kultur dan budaya non-Islam yang masuk kedalam budaya Islam. Mereka merupakan angkatan kemurnian yang terakhir, karena pada saat itu belum muncul bid’ah yang mewabah di tengah-tengah ummat Islam. Ketiga angkatan ummat di atas disebut “Salaf” atau “As-Salaf As-Shalih”.

Sesudah tiga angkatan diatas, angin bid’ah dan penyimpangan ajaran Islam meniup dengan kencang, dan situasi demikian terus meningkat pada setiap periode, sesuai dengan hadits berikut :

روي عن أنس بن مالك رضي الله عنه أنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا يأتى عليكم زمان إلا الذي بعده شر منه (رواه الشيخان)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA bahwa dia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Tidak akan datang suatu zaman atas kamu kecuali zaman sesudah itu lebih buruk darinya

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here