Allah Maha Dlohir lagi Maha Batin

0
196
Oleh: Muhammad Umar Sa'id

Orang ahli makrifat melihat Allah dengan ruhnya, sedangkan orang awam melihat-Nya dengan mata lahir. Karena orang ahli makrifat melihat Allah dengan ruh (mata batin), maka ia dapat melihat-Nya baik secara haqiqi maupun majazy. Yaitu ketika ia melihat Allah,  dalam waktu bersamaan ia pun melihat makhluk-Nya. Demikian juga ketika ia melihat makhluk-Nya ia juga melihat Allah sebagai  Pencipta-Nya.

Hal tersebut berbeda jauh dengan orang awam, karena orang awam melihat Allah dengan mata lahir, ia tidak dapat melihat Allah secara haqiqi,  dan jika ia melihat makhluk-Nya pun ia juga tidak melihat Siapa Pencipta-Nya?.

Dalam hal ini diibaratkan oleh Kiai Danial seperti hubungan antara lafadz dengan makna dalam suatu kalimah. Contoh seperti lafadz  ٌرَجُل, ketika orang awam melihat lafadz رجل ia melihat lafadz tersebut, tetapi ia tidak mengetahui makna lafadz itu. Berbeda dengan orang pandai (Bahasa Arab) ketika orang pandai tersebut melihat lafadz  رجل  secara langsung ia dapat mengetahui maknanya. Jadi orang ahli makrifat ketika ia melihat makhluk, maka ia pun melihat Sang Pencipta. Demikian juga ketika ia melihat Allah, ia pun melihat makhluk-Nya.

Menurut pendapat Syeikh Ibnu ‘Athoillah As-Sakandary RA,  bahwa penampakan Allah itu ada tiga macam :

Pertama, 

ظهوره تعالى بكل شيء

(Penampakan-Nya dengan segala sesuatu).

Maksudnya adalah bahwa penampakan Allah itu bersamaan dengan wujudnya sesuatu (makhluk). Sebab tidak mungkin Allah itu terhalang (محجوب)  oleh makhluk,  sebab Allah sendiri adalah Pencipta-Nya. Jadi dalam hal ini, orang ahli makrifat dapat melihat Allah itu cukup dengan melihat makhluk-Nya. Sebagaimana Hadits Nabi saw :

قال النبي صلى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : من عرف نفسه فقد عرف ربه.

“Barangsiapa melihat dirinya, maka sesungguhnya ia melihat Tuhan-Nya”.

Kedua,

ظهوره تعالى في كل شيء

(Penampakan-Nya di dalam segala sesuatu)

Orang ahli makrifat dalam melihat Allah tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, siang  malam, pagi sore,  terbitnya matahari ataupun terbenamnya, dan tidak ada perbedaan di antara makhluk-Nya,  muslim-non muslim, shalih-jahat, laki-laki -perempuan, anjing atau kera, perempuan menutup aurat-tidak menutup aurat, bahkan terhadap perempuan telanjang sekalipun. Orang ahli makrifat dalam melihat semua itu, ia tetap berhusnudlan bahwa mereka adalah makhluk ciptaan Allah. Karena sesungguhnya Allah Maha Kuasa menampakkan-Nya (تجليه) dalam bentuk penampakan keagungan (الجلال)  maupun keindahan (الجمال) kepada semua mahluk- Nya.

Ketiga,

ظهوره تعالى لكل شيء

(Penampakkan  Allah kepada segala sesuatu).

Dalam hal ini Allah Kuasa untuk menampakkan diri-Nya kepada semua makhluk-Nya,  baik itu manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Penampakan-Nya berupa pentasbihan (تسبيح) makhluk-Nya kepada Pencipta-Nya,  baik yang diucapkan oleh manusia dengan lisannya ( لسان المقال) ataupun yang dilakukan oleh selain manusia,  yaitu hewan dan tumbuh-tumbuhan dengan cara menunjukkan isyarat tingkah laku /perilaku (لسان الحال).

Sebagaimana Firman Allah swt dalam Q S.  Al-Hasyr: 24 :

…يسبح له ما في السموات والأرض وهو العزيز الحكيم ( الحشر: ٢٤.

“Bertasbihlah kepada-Nya apa-apa yang ada di langit dan bumi. Dan Dialah Maha Perkasa dan Bijaksana”. (QS. Al-Hasyr: 24)

Semoga bermanfaat.

Ngaji Kitab Iqodlul Himam (إيقاظ الهمم) Karya Syeikh Ibnu 'Ajibah RA bersama KH. Mohammad Danial Royyan 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here