Albert Eintein Sang Motivator

1
223

Siapa yang tidak tahu Albert Einsten? Selama ini banyak orang yang penasaran terhadap agama apa yang dianutnya. Maka tidak mengherankan jika kemudian muncul anggapan bahwa Einstaein adalah penganut atheis sebagaimana kebanyakan para ilmuan barat saat itu. Namun, itu sekedar asumsi belaka, ternyata  berdasarkan laporan situs Mouood.org, pada tahun 1954 ternyata dia adalah muslim. Ini diperkuat dari  surat Albert Einsten  kepada Ayatollah Al-Udzma Sayid Hossein Boroujerdi, marji besar Syiah kala itu.  Beliau menyatakan, ” Setelah 40 kali menjalin kontak surat-menyurat dengan Anda (Ayatollah Boroujerdi), kini saya ( Albert Einsten ) menerima agama Islam dan mazhab Syiah 12 Imam“.
Di dalam surat itu  beliau  menjelaskan bahwa Islam lebih utama dan lebih rasional daripada seluruh agama-agama lain “. Bahkan ditegaskan pula ” Jika seluruh dunia berusaha membuat saya kecewa terhadap keyakinan suci ini, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya walau hanya dengan membersitkan setitik keraguan kepada saya“. Dalam makalah terakhirnya bertajuk Die Erklarung yang ditulis pada tahun 1954 di Amerika Serikat berbahasa Jerman,  Albert Einsten  menelaah teori relatifitas lewat ayat-ayat Al-Quran dan ucapan Imam Ali bin Abi Thalib dalam kitab  Nahjul  Balaghah.
           Di makalahnya itu, Einstein menyebut penjelasan Imam Ali tentang perjalanan miraj jasmani Rasulullah ke langit dan alam malakut yang hanya dilakukan dalam beberapa detik sebagai penjelasan Imam Ali yang paling bernilai. Di salah satu hadis yang menjadi sandarannya yang diriwayatkan oleh Allamah Majlisi tentang mikraj jasmani Rasulullah saw. disebutkan, “Ketika terangkat dari tanah, pakaian atau kaki Nabi menyentuh sebuah bejana berisi air yang menyebabkan air tumpah. Setelah Nabi kembali dari mikraj jasmani, setelah melalui berbagai zaman, beliau melihat air masih dalam keadaan tumpah di atas tanah.” Einstein melihat hadis ini sebagai khazanah keilmuan yang mahal harganya, karena menjelaskan kemampuan keilmuan para Imam Syiah dalam relativitas waktu. Menurut Einstein, formula matematika kebangkitan jasmani berbanding terbalik dengan formula terkenal “relativitas materi dan energi”.

Berikut ini nasihat sepuluh  Albert Einsten  yang berhubungan olah jiwa manusia :

  1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda

“Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja.”

Membaca kutipan Einstein di atas membuat kita bertanya-tanya. Seperti apa rasa ingin tahu itu? Saya selalu bertanya-tanya mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal? Karena itu perbanyaklah menghabiskan waktu untuk  membaca banyak hal. Mencari tahu koneksi berbagai hal terhadap kata ‘sukses‘. Mengejar jawaban rasa ingin tahu adalah kunci rahasia kesukesan.

2. Tekun itu Tak Ternilai

“Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah.”Bayangkan seekor kura-kura di tengah rimba gunung, sementara dia ingin menuju pantai. Atau, apakah Anda setekun tunas mangga terus-menerus bertumbuh, berkembang sehingga akhirnya berbuah? Ada ungkapan bagus yang popular di kalangan pegawai pos, ‘Selembar prangko menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga mengantarnya sampai ke tujuan’. Jadilah seperti prangko, selesaikan apa yang sudah Anda mulai.

3. Fokus pada saat ini.

“Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya itu.” Einstein kok ngomongin tentang ciuman ya? Ah, itu kan hanya istilah saja, Tapi saya ingin cerita tentang kejadian ketika sesorang menjaga kebun duren di kebun. Begitu banyak kera seperti menunggu si penjaga lengah dan menyikat durian ranum di atas pohon. Kemudian seorang lainnya berkata, bahwa Anda tak akan bisa menembak dua kera sekaligus.
Pengertian yang bisa disimpulkan atas kata-kata tersebut adalah, ‘Seseorang bisa melakukan banyak hal, tapi bukan semua hal sekaligus’. Belajar untuk ‘berada di sini, saat ini’, berikan perhatian kepada apa yang sedang Anda kerjakan. Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan.

4. Imaginasi adalah kekuatan.

“Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan.” Ungkapan Einstein ini sangat terkenal. Apakah Anda berimajinasi setiap hari? Imaginasi lebih penting dari pengetahuan! Imaginasi memainkan satu babak awal dalam pentas hidup masa depan Anda. Lagi, kata Einstein, “Tanda kejeneniusan seseorang sesungguhnya bukanlah terletak pada tingkat pengetahuan melainkan daya imaginasinya.”
Sekali lagi, apakah Anda sudah melatih otot-otot imaginasi Anda setiap hari? Jangan biarkan otot-otot itu menjadi kurus dan sakit-sakitan. Hidup tanpa imajinasi seperti mengikuti aliran sungai, pasrah mengikuti apapun kemauan dan ke mana arahnya. Tak memiliki kuasa atas apapun terhadap pilihan ataupun keinginan. Menyedihkan !

5. Buat Kesalahan

“Seseorang yang tidak pernah berbuatan kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru.” Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, kesalahan bukan kegagalan. Dua hal itu berbeda. Kesalahan membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas, jika dipergunakan secara tepat.

Carilah sesuatu yang  baru dari kesalahan Anda perbuat. Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya. Jika ingin sukses, ambillah pelajaran dari kesalahan – kesalahan yang Anda  lakukan.

6. Hidup pada saat ini

“Saya tak pernah memikirkan masa depan–itu akan datang sesaat lagi.” Satu-satunya jalan agar hidup Anda baik di masa depan adalah hidup dengan baik pada saat sekarang. Ah, lagi-lagi nasehat bijak untuk menyikapi waktu dengan tepat oleh pakar fisika quantum Einstein.
Sangat tak mungkin mengubah kemarin karena sudah terjadi. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah mengubah cara pandang Anda saat ini tentang kemarin agar menjadi lebih baik.
Anda juga tidak bisa mengubah besok menjadi lebih baik, kecuali jika Anda melakukan yang terbaik pada saat ini. Masalahnya hanya tentang waktu, dan waktu tidak pernah ke mana-mana kok.

7. Hargai diri Anda

“Berusahalah dengan keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga.”Tak perlu lah banting tulang untuk menjadi lebih sukses. Luangkan waktu Anda untuk menaikkan nilai diri Anda. Jika Anda memang bernilai, sukses akan datang menghampiri Anda. Apakah Einstein bekerja lebih keras untuk sukses? Mungkin dia hanya terus menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai dirinya. Sukses datang sendiri kepadanya. Kenali bakat dan berkah karunia-Nya kepada Anda. Belajarlah mengasah mereka menjadi lebih tajam, gunakan untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknyak kepada orang lain.
Jadikanlah pekerjaan yang Anda tekuni menjadi sangat bernilai. Dan bekerjalah secermat mungkin dari tugas yang Anda terima. Kelak kesuksesan akan mengejar Anda. Ingat ! Apakah  berlian harganya sama dengan kerikil ? Tentu tidak. Ayo tekuni pekerjaan kita agar bermanfaat.

8. Jangan mengharapkan Hasil Berbeda

“Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda.” Nasehat bijak Enstein di atas adalah favorit saya. Anda jangan mengharapkan hasil menjadi lebih baik jika Anda masih bertahan dengan cara yang Anda pakai sekarang ( statis ) atau status quo. Dengan ungkapan lain, Anda ingin memiliki tubuh yang berotot tapi Anda lakukan dengan cara bermimpi, dapatkah itu ?
Jika ingin hidup Anda berubah, Anda harus berubah. Mengubah cara pikir, cara pandang dan cara melakukan sesuatu. Ketika Anda mengubah pikiran Anda, mengubah sudut pandang Anda, mengubah tindakan Anda, hidup Anda akan berubah dengan sendirinya.
Bayangkan hal berikut: Ada seorang gadis manis tepat di depanmu. Bandingkan kedua aksi berikut. Pertama, kamu senyum tulus, reaksi si gadis adalah membalas senyummu. Kedua, kamu melotot kepadanya, sudah dapat  ditebak apa reaksi dari  si gadis tersebut ?

9. Pengetahuan terasah melalui Pengalaman

“Informasi bukanlah pengetahuan. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman.” Pengetahuan itu berasal dari pengalaman. Anda bisa mendiskusikan sebuah proyek, tapi diskusi itu hanya akan memberi Anda informasi.  Anda harus melakukan proyek tersebut untuk ‘tahu’ apakah proyek tersebut berjalan dengan benar atau tidak.
Anda harus melakukannya untuk mengatasi munculnya masalah-masalah di tengah proyek berjalan. Itu membuat Anda memiliki pengalaman baru dan bermanfaat. Apa pesan Einstein? Carilah pengalaman! Jangan habiskan waktumu di rumah hanya untuk nonton sinetron picisan atau bermain game. Sementara dirimu setengah mati menginginkan seorang pacar yang cantik dan berpendidikan. Percayakah itu akan membuahkan hasil ? Pasti jawabannya tidak.

10. Pahami Aturan Main, Lalu Bermainlah Lebih Baik

“Anda harus memahami aturan permainan. Kemudian Anda harus bermain lebih baik daripada pemain lain.” Bagi Einstein, dia cukup memahami aturan-aturan dasar Fisika lalu berpikir dan bekerja lebih baik dibanding fisikawan lainnya. Sederhananya, Anda cukup melakukan dua hal saja. Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memahami ‘peraturan’ bagaimana cara Anda melakukannya. Kedua, lakukan pekerjaan tersebut lebih baik dibanding orang lain. Jika Anda mampu melakukan dua hal ini dengan baik, sukses pasti masuk ke kantong Anda.

Penulis :

Abdul Basyid Tralala

Pengurus LAKPESDAM MWC Kaliwungu Selatan

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here